“Kami berada di garis perbatasan, namun sampai saat ini anak-anak belum mendapatkan program MBG. Kami berharap ke depan, perhatian bisa lebih diprioritaskan untuk sekolah-sekolah di pedalaman dan perbatasan,” tambahnya.
Sementara itu, Danpos Haumeniana, Kapten Arhanud Suradi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional.
“Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, kami melaksanakan kunjungan ke sekolah PAUD dan SD di wilayah perbatasan dengan memberikan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan roti. Kami berharap ini bisa menambah semangat belajar serta mendukung gizi anak-anak yang sedang mengikuti ujian,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan agar pemerataan program gizi, khususnya MBG, dapat menjangkau anak-anak di wilayah perbatasan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
