HALMAHERA TENGAH, iNewsTTU.id – Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Doddy Triwinarto, bergerak cepat merespons konflik sosial yang melibatkan warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara belum lama ini.
Kehadiran jenderal bintang dua ini di tengah-tengah dua kelompok warga yang bertikai bertujuan untuk memastikan situasi keamanan kembali kondusif serta memberikan dukungan moril secara langsung kepada warga terdampak.
Dalam kunjungannya, Pangdam menegaskan bahwa dialog positif adalah senjata paling ampuh untuk memutus rantai konflik berkelanjutan. Ia pun berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan warga dari kedua belah pihak guna mencari titik temu rekonsiliasi.
"Kami dari TNI berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan serta membantu mengatasi kesulitan rakyat. Personel pengamanan telah kami tambah, sekaligus untuk membantu pembangunan kembali rumah warga maupun sarana umum yang rusak agar aktivitas kembali normal," tegas Mayjen TNI Doddy Triwinarto dalam rilis yang diterima iNewsTTU, Kamis, 16/4/2026.
Data Kerusakan dan Langkah Rehabilitasi
Berdasarkan tinjauan langsung di lapangan, tercatat dampak kerusakan akibat konflik meliputi:
78 Unit Rumah Warga
1 Unit Gereja
1 Unit Pos Kamling
Sebagai langkah percepatan pemulihan, Pangdam telah menginstruksikan penambahan personel TNI untuk melakukan rehabilitasi rumah-rumah warga secara gotong royong. Prioritas utama adalah memastikan hunian dan rumah ibadah yang rusak dapat segera digunakan kembali.
Selain bantuan tenaga, Pangdam XV/Pattimura bersama unsur Forkopimda juga menyerahkan bantuan sosial sebagai bentuk empati dan kepedulian negara terhadap warga yang terdampak langsung.
Kondisi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Desa Sibenpopo dan Desa Banemo dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Namun, personel gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di titik-titik rawan guna menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi adanya provokasi lanjutan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mempererat tali persaudaraan, dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang dapat merusak kerukunan di Maluku Utara.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
