KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memicu rentetan bencana hidrometeorologi di berbagai titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU mengonfirmasi telah menerima laporan resmi terkait kejadian banjir di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Selasa (24/3/2026).
Plh. Kepala Pelaksana BPBD TTU, Felismino Askeli, mengungkapkan bahwa informasi tersebut diterima melalui laporan cepat masyarakat via pesan WhatsApp.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya langsung menginstruksikan pendataan awal di lokasi kejadian.
"Iya, kami sudah menerima laporan kejadian banjir di Oepuah Utara via WhatsApp," ujar Felismino saat dihubungi awak media, Selasa (24/3/2026).
Tantangan Jarak dan Laporan yang Membludak
Felismino menjelaskan bahwa hari ini BPBD TTU kewalahan menerima laporan bencana dari berbagai wilayah. Selain banjir di Biboki Moenleu, sejumlah titik lain juga melaporkan kejadian tanah longsor.
Banyaknya titik bencana yang terjadi secara bersamaan menjadi tantangan berat bagi personel BPBD di lapangan, terutama terkait mobilisasi alat dan bantuan.
"Hari ini banyak laporan yang kami terima dari beberapa tempat, baik itu banjir maupun longsor. Jarak jangkau memang menyulitkan kami untuk merespon semuanya dalam waktu yang bersamaan," jelasnya.
Instruksi Pendataan Awal
Sebagai langkah cepat, BPBD TTU telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk melakukan verifikasi dampak kerusakan. Hal ini penting sebagai dasar penentuan langkah penanganan darurat selanjutnya.
Poin-poin yang diminta untuk didata segera meliputi:
Infrastruktur Pemerintah: Jembatan, dekker (duiker), dan akses jalan.
Fasilitas Umum: Kantor desa, gedung sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Kerugian Warga: Jenis dan jumlah kerugian harta benda milik masyarakat.
"Kami telah menyampaikan kepada pelapor untuk membantu pendataan awal. Data ini sangat penting sebagai dasar kami menentukan langkah penanganan lanjutan," tegas Felismino.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
