Lulusan Korps Bhayangkara tahun 2014 ini menceritakan perjuangannya menghadapi latihan fisik dan mental yang sangat berat sebelum berangkat ke medan konflik.
"Latihan itu benar-benar digenjot agar siap fisik, mental, dan pengetahuan misi. Butuh tenaga ekstra," kenang Wihelmina dalam dialognya bersama Kapolda.
Keberhasilan di Sudan membawanya kembali lulus seleksi Individual Police Officer (IPO) pada 2023. Sejak Desember 2024, ia bertugas di Cyprus dan dijadwalkan baru akan kembali ke Indonesia pada Juni 2026 mendatang.
Tantangan Hidup Mandiri di Negeri Orang
Berbeda dengan misi FPU yang bergerak dalam pasukan, pada misi IPO di Cyprus ini, Wihelmina dituntut lebih mandiri.
"Kalau IPO bekerja sendiri. Tempat tinggal, kendaraan, hingga urusan makan minum semuanya diurus secara mandiri," tuturnya.
Meski kondisi di Cyprus lebih stabil dibanding Sudan, ia mengakui tantangan terberat tetaplah rasa rindu (homesick) kepada keluarga di NTT. Itulah sebabnya, kehadiran sang ayah di layar Zoom tadi menjadi suntikan energi luar biasa baginya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
