Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Identifikasi Penyebab Rumah Warga Terbakar dan Tewaskan Dua Orang
Advertisement . Scroll to see content

Reses di Enam Titik, Maria Filiana Serap Keluhan Warga TTU, Tawarkan Solusi hingga Aksi Nyata

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:54 WIB
  • author *Sefnat Besie
Reses di Enam Titik, Maria Filiana Serap Keluhan Warga TTU, Tawarkan Solusi hingga Aksi Nyata
Maria Filiana, Anggota DPRD TTU Fraksi Gerindra saat lakukan reses di 6 titik tersebar di kota kefamenanu. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dari Fraksi Gerindra, Maria Filiana Tahu, menemukan berbagai persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius pemerintah saat melaksanakan reses di enam titik di wilayah Kota Kefamenanu.

Dalam kegiatan reses tersebut, Maria menyerap aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan legalitas lahan sekolah, lonjakan tagihan air PDAM, minimnya penerangan jalan lingkungan, hingga akses jalan masyarakat terdampak pembangunan pagar Bandara Jack Ukat.

Enam titik reses tersebut terdiri dari tiga titik di lingkungan pendidikan dan tiga titik di tengah masyarakat yang tersebar di Kelurahan Kefamenanu Selatan, Maubeli, Sasi, dan Tubuhue.

 

 

Maria menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

Legalitas Lahan Sekolah Hambat Revitalisasi

Saat reses di Lingkungan pendidik tepat di SD dan SMP Maubeli, salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius Maria adalah status kepemilikan lahan SMP Negeri Maubeli dan SD Negeri Maubeli.

Kedua sekolah tersebut telah berdiri dan menjalankan aktivitas belajar mengajar selama bertahun-tahun. Namun, hingga kini, pihak sekolah belum mengantongi sertifikat kepemilikan lahan.

Kondisi tersebut berdampak pada belum dapat diaksesnya program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.

Akibatnya, sejumlah kebutuhan fasilitas pendidikan belum dapat ditangani secara optimal, termasuk kekurangan ruang kelas, kerusakan plafon, dan berbagai fasilitas lainnya.

Khusus SMP Negeri Maubeli, sekitar enam rombongan belajar (rombel) masih menempati ruang kelas darurat berdinding bebak dan berlantai tanah.

Bahkan, fasilitas MCK dan dua ruang permanen di sekolah tersebut dibangun secara swadaya oleh para guru dan tenaga kependidikan karena kebutuhan yang mendesak.

Maria menyebut persoalan tersebut merupakan masalah warisan pemerintahan sebelumnya yang harus segera dituntaskan.

"Saya berharap pemerintahan yang sekarang, yang dikenal cukup responsif, memberikan perhatian serius untuk menuntaskan persoalan ini. Pemerintah perlu mengundang kembali para pemilik lahan dan menyelesaikan kewajiban yang masih tertunda agar tidak mengorbankan anak-anak TTU yang bersekolah di tempat ini," ujarnya.

Tagihan PDAM Melonjak, DPRD Siapkan RDP

Persoalan lain yang hampir ditemukan di seluruh lokasi reses adalah keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Sejumlah pelanggan mengaku biaya air meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, tanpa penjelasan rinci mengenai dasar perhitungan tagihan.

 

Masyarakat juga mempertanyakan apakah terdapat perbedaan standar tarif antara pelanggan rumah tangga dan industri.

Maria menyayangkan adanya keluhan pelanggan yang meminta penjelasan, tetapi justru mendapat respons berupa perintah pemutusan sambungan air.

Menanggapi persoalan tersebut, Maria memastikan DPRD TTU akan memanggil pihak PDAM untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP).

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai sistem perhitungan tagihan sekaligus mencari solusi atas keluhan pelanggan.

Warga Keluhkan Penerangan dan Kondisi Jalan

Di sejumlah titik lainnya, masyarakat mengeluhkan minimnya penerangan jalan lingkungan yang menyebabkan beberapa kawasan permukiman masih gelap pada malam hari.

Keluhan tersebut antara lain berasal dari RT 16 Kelurahan Kefamenanu Selatan serta RT 16, RT 23, dan RT 29 Kelurahan Sasi.

Selain penerangan, masyarakat Kelurahan Sasi juga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan di sejumlah RT yang dinilai masih memprihatinkan dan membutuhkan peningkatan kualitas jalan.

Maria menyatakan aspirasi tersebut akan disuarakan melalui DPRD agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Maria Salurkan Dukungan untuk Akses Jalan Warga Bandara Jack Ukat

Pada titik terakhir reses, Maria bertemu masyarakat terdampak pembangunan pagar Bandara Jack Ukat di Kelurahan Sasi.

Masyarakat menyampaikan apresiasi atas pembangunan pagar bandara yang telah mulai dikerjakan pemerintah. Mereka juga mengakui sejumlah persoalan terkait alokasi lahan telah diselesaikan secara cepat.

Namun, warga yang berdomisili di RW 4, RT 12, dan RT 22, tepatnya di sisi timur pagar bandara, masih menghadapi persoalan akses jalan.

Sekitar 23 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan keluar masuk permukiman ketika hujan turun.

Kondisi tersebut terbukti saat hujan pertama pada 24 Oktober 2026. Jalan di depan rumah warga dipenuhi lumpur hingga selutut, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Masyarakat telah berupaya melakukan penimbunan secara swadaya menggunakan sertu, tetapi hasilnya belum memadai karena kondisi tanah yang berlumpur dan terdapat sejumlah kubangan.

Menghadapi kekhawatiran memasuki musim hujan yang lebih panjang, masyarakat bersama Maria sepakat melakukan langkah darurat melalui pengadaan material sertu secara swadaya dan mengupayakan dukungan alat berat berupa vibro atau walas untuk pengerasan jalan.

Maria langsung menyalurkan dukungan untuk pengadaan sertu, ditambah kontribusi swadaya masyarakat sekitar Bandara Jack Ukat.

Sementara itu, untuk kebutuhan alat berat, Maria menyatakan akan berkomunikasi dengan pemerintah Kabupaten TTU agar akses jalan tersebut dapat segera diperbaiki.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk aksi nyata Maria dalam merespons langsung kebutuhan masyarakat yang disampaikan selama reses.

Salurkan Foodgrade untuk Siswa SD dan SMP

Reses Maria di setiap lokasi turut dihadiri perwakilan pemerintah setempat, mulai dari ketua RT, RW, lurah, hingga camat.

Di Kelurahan Kefamenanu Selatan, Maria didampingi lurah setempat. Sementara di Kelurahan Sasi, ia didampingi Camat Kota Kefamenanu.

Khusus reses di lingkungan pendidikan, kegiatan tersebut turut didampingi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah masing-masing.

Usai menyerap aspirasi di lingkungan sekolah, Maria juga berkesempatan menyumbangkan foodgrade kepada seluruh siswa di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang dikunjunginya.

Maria menegaskan seluruh aspirasi yang telah dihimpun akan segera disuarakan kepada pihak berwenang agar mendapat perhatian dan tindak lanjut.

"Semua keluhan masyarakat akan segera kami suarakan untuk mendapatkan perhatian dari pihak yang berwenang. Harapannya, setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat menemukan solusi dan memberikan manfaat nyata," pungkasnya.

Reses tersebut menjadi momentum bagi Maria Filiana Tahu untuk memperkuat fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur, dan akses lingkungan menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut