Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Siapkan Strategi Hadapi Kemarau, Ini Langkah Perumda Tirta Cendana Atasi Ketersediaan Air
Advertisement . Scroll to see content

Antrean BBM Kembali Mengular di Tiga SPBU Kefamenanu, Warga Desak Distribusi Dievaluasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:29 WIB
  • author *Sefnat Besie
Antrean BBM Kembali Mengular di Tiga SPBU Kefamenanu, Warga Desak Distribusi Dievaluasi
Suasana antrean panjang kendaraan bermotor saat pengisian BBM di salah satu SPBU di kota Kefamenanu. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Kamis (8/10/2026).

Kondisi tersebut kembali mengganggu pelayanan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dibutuhkan masyarakat.

Padahal, kondisi pelayanan BBM di sejumlah SPBU di Kota Kefamenanu sempat berangsur normal selama kurang lebih tiga pekan terakhir. Namun, dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan kembali memanjang.

Hingga kini, penyebab pasti kembali terjadinya antrean panjang tersebut belum diketahui.

Di tengah kondisi itu, muncul dugaan di kalangan masyarakat bahwa kembali panjangnya antrean berkaitan dengan adanya pengurangan kuota pengiriman BBM dari Depo Pertamina kepada tiga SPBU di Kota Kefamenanu.

Dugaan tersebut masih membutuhkan penjelasan dan klarifikasi dari pihak terkait.

Kondisi ini pun memicu keresahan warga yang mempertanyakan kestabilan sistem distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten TTU.

Salah seorang warga Kota Kefamenanu, Yoksan Tasuib, mengaku kecewa karena persoalan antrean BBM kembali terjadi setelah pelayanan sempat membaik.

Menurutnya, kondisi normal tersebut hanya berlangsung sekitar tiga pekan sebelum kembali muncul persoalan antrean panjang.

"Harus ada tindakan tegas. Kami meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk segera menyelidiki dugaan permainan kotor ini agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan," ujar Yoksan.

Ia juga menduga terdapat pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi kelangkaan BBM untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan oleh aparat dan pemeriksaan terhadap rantai distribusi BBM.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Rinto. Ia mempertanyakan mengapa persoalan kelangkaan BBM bersubsidi terus berulang meski sebelumnya sempat membaik setelah mendapat sorotan publik dan media.

"Kemarin-kemarin sempat normal setelah disorot media, tapi sekarang fenomena yang sama berulang lagi. Sudah jadi rahasia umum ada tangan-tangan tertentu yang berperan mengambil keuntungan di balik kelangkaan ini," tegas Rinto.

Menurut Rinto, persoalan BBM bersubsidi tidak hanya berdampak pada pengendara yang harus mengantre panjang, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kelancaran pasokan BBM dinilai penting karena berkaitan dengan mobilitas warga, transportasi, distribusi barang, hingga aktivitas usaha masyarakat di TTU.

Karena itu, Rinto mendesak DPRD TTU, Pemerintah Kabupaten TTU, dan Polres TTU segera turun tangan untuk memastikan penyebab kembali panjangnya antrean BBM.

Ia juga meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mekanisme distribusi BBM bersubsidi, mulai dari pasokan hingga pelayanan di tingkat SPBU.

Selain itu, Pertamina diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pasokan dan kuota BBM untuk tiga SPBU di Kota Kefamenanu.

Evaluasi terhadap kinerja Depo Pertamina dan pengelola SPBU juga dinilai perlu dilakukan agar persoalan serupa tidak terus berulang dan masyarakat memperoleh kepastian pelayanan BBM bersubsidi.

Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera memberikan kejelasan mengenai penyebab antrean panjang tersebut, sehingga tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut