Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Penggunaan Pertalite di NTT 892.000 Liter per hari, Stok Bertahan 10 Hari ke Depan
Advertisement . Scroll to see content

Ini Penyebab Antrean Panjang BBM di Tiga SPBU Kefamenanu

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:11 WIB
  • author *Sefnat Besie
Ini Penyebab Antrean Panjang BBM di Tiga SPBU Kefamenanu
Suasana antrean panjang kendaraan bermotor saat pengisian BBM di salah satu SPBU di kota Kefamenanu, Jumat, 9/10/2026. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Pertamina Patra Niaga mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan antrean panjang kendaraan di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Antrean yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) tersebut dipengaruhi tingginya konsumsi Pertalite, peningkatan pembelian secara bersamaan pada jam-jam tertentu, serta peralihan konsumen dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke BBM subsidi.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas distribusi untuk mempercepat suplai dan menjaga ketersediaan BBM di wilayah TTU.

Menurut Ahad, Pertamina mengoptimalkan koordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu dan Integrated Terminal (IT) Tenau guna memastikan kebutuhan BBM masyarakat Kefamenanu tetap terpenuhi.

“Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan BBM dan memastikan penyalurannya kepada masyarakat tetap berjalan. Kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat suplai, sekaligus memastikan pelayanan di SPBU berlangsung tertib sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ahad.

Kapal MT Geraldine Ditunggu Tiba 10 Oktober

Pertamina menjelaskan, distribusi BBM ke wilayah TTU saat ini didukung melalui skema suplai alternatif dari IT Tenau. 

Namun, penyesuaian ketersediaan stok di terminal tersebut membuat koordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu terus dioptimalkan.

Sementara itu, pengiriman melalui skema *Reguler Alternatif Emergency* (RAE) akan kembali dioptimalkan setelah kapal MT Geraldine diperkirakan tiba pada 10 Oktober 2026.

Pertamina menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan BBM sekaligus mengoptimalkan pola distribusi ke wilayah Kefamenanu.

Pertamina Soroti Praktik Pelangsiran BBM

Di tengah antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat, Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM.

Pengawasan tersebut diarahkan untuk menertibkan praktik pelangsiran dan penjualan BBM yang tidak sesuai ketentuan.

Pertamina mengimbau seluruh pengelola SPBU agar melayani konsumen secara tertib dan tidak melayani pembelian berulang yang terindikasi sebagai praktik pelangsiran.

Penyaluran BBM bersubsidi dan BBM yang mendapat kompensasi negara juga diminta tetap sesuai peruntukannya.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurut Pertamina, pembelian yang berlebihan justru berpotensi memperpanjang antrean dan mengganggu pelayanan bagi konsumen lainnya.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut atau menyampaikan keluhan terkait layanan dan distribusi BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Meski demikian, kelancaran distribusi dan efektivitas pengawasan di lapangan menjadi hal penting untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh BBM tanpa harus menghadapi antrean panjang berkepanjangan.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut