Dulu Andalkan Sumber Air Keruh dari Kali, Kini Warga Feku Mutis Tak Lagi Kesulitan
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih di wilayah perbatasan.
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian pembangunan fasilitas air bersih di Sonaf Keba, Dusun Feku, Desa Noelelo, Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU, oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo bersama Wakil Bupati Kamillus Elu.
Fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung ketersediaan air bersih yang layak bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan kebutuhan air dari sumber mata air Oel Keba.
Peresmian dihadiri Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten TTU, Direktur PDAM Tirta Cendana, Camat Mutis beserta jajaran, Pemerintah Desa Noelelo, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pemotongan pita di sumber mata air Oel Keba. Setelah itu, masyarakat bersama tetua adat melaksanakan Ritual Adat Hai'nik.
Ritual Hai'nik merupakan tradisi turun-temurun masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan, leluhur, dan alam sekaligus bagian dari upaya menjaga keberadaan sumber mata air.
Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan, kunjungannya bersama Wakil Bupati ke lokasi tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung potensi daerah yang selama ini belum banyak tersentuh pembangunan.
Menurutnya, potensi sumber daya alam maupun kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat setempat harus dijaga dan dilestarikan.
"Ini menjadi gambaran bagi kami bahwa masih ada potensi daerah yang belum tersentuh pembangunan. Potensi sumber daya alam dan budaya ini harus tetap kita jaga," ujar Falentinus.
Ia menyebutkan, berdasarkan keterangan tetua adat setempat, kunjungannya bersama Wakil Bupati merupakan kunjungan pimpinan daerah pertama ke sumber mata air tersebut.
Hal itu, kata dia, menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian terhadap wilayah tersebut.
Falentinus menegaskan, keberadaan mata air Oel Keba memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu sumber utama kebutuhan air bersih yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun.
Karena itu, ia mengajak masyarakat dan para tetua adat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber mata air tersebut.
"Mata air ini sangat berarti bagi masyarakat. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga dan melestarikannya agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya," katanya.
Selain pemenuhan kebutuhan air bersih, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Falentinus mengatakan, dukungan terhadap pelaksanaan ritual adat merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan leluhur dan kekayaan budaya masyarakat TTU.
"Pemerintah daerah sangat mendukung masyarakat dalam melestarikan budaya dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur," ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan dan pengelolaan fasilitas air bersih di wilayah tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya menghadirkan sarana dan prasarana dasar yang dibutuhkan masyarakat.
"Di tengah keterbatasan anggaran, pembangunan sarana dan prasarana serta penguatan sumber daya masyarakat harus tetap dilaksanakan," kata Falentinus.
Pemerintah berharap fasilitas air bersih yang dibangun dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Noelelo, sekaligus mendorong kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian sumber mata air Oel Keba.
Editor: Sefnat Besie