Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Getaran Masih Terasa Flores, Gempa Susulan Tembus 15.156 Kali
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Siswa SMA di Kupang Dilatih Hadapi Bencana Oleh Pertamina dan BPBD

Kamis, 24 September 2026 | 19:23 WIB
  • author *Sefnat Besie
Puluhan Siswa SMA di Kupang Dilatih Hadapi Bencana Oleh Pertamina dan BPBD
Suasana pelatihan hadapi bencana bagi siswa SMA yang digagas oleh Pertamina Patra Niaga dan BPBD Kota Kupang. (Foto: istimewa).

KUPANG, iNewsTTU.id – Puluhan siswa dan guru SMA Negeri 4 Kupang dibekali keterampilan menghadapi situasi darurat melalui pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana.

 Kegiatan ini menjadi upaya membangun budaya tanggap bencana sejak dari lingkungan sekolah.

Program Sekolah Tanggap Bencana tersebut digelar Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang dan SMA Negeri 4 Kupang, Rabu (23/9/2026).

Selama satu hari, para peserta mendapat pembekalan mengenai potensi dan risiko bencana, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), teknik evakuasi, hingga langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi kedaruratan.

Kegiatan dibuka Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji. Ia mendorong para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga menyebarluaskan pengetahuan kebencanaan kepada orang-orang di sekitarnya.

“Pengetahuan yang didapat hari ini diharapkan tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman-teman dan keluarga di rumah,” ujar Ernest.

Kepala SMA Negeri 4 Kupang, Fransiskus Xaverius Balu Lowa, mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal penting bagi seluruh warga sekolah.

Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana akan membantu warga sekolah merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.

Hal senada disampaikan Sr. Spv. Receiving, Storage, & Distribution Pertamina Patra Niaga AFT El Tari, Setyo Ariwibowo.

Ia menegaskan bahwa kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum peristiwa terjadi.

“Bencana bisa datang tiba-tiba. Karena itu, pengetahuan dan kesiapan perlu dibangun sejak sekarang karena dapat menjadi skill set yang bermanfaat bagi kita semua,” kata Setyo.

Pelatihan tersebut tidak hanya berisi materi teori. Peserta juga mengikuti simulasi untuk mempraktikkan langkah-langkah menghadapi keadaan darurat, mulai dari mengenali risiko bencana, memberikan pertolongan pertama, hingga melakukan evakuasi menuju lokasi aman.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut