Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polsek Batu Putih Salurkan Bansos untuk Keluarga Markus Tuke di TTS, Wujud Nyata Kepedulian Polri
Advertisement . Scroll to see content

Jenggala di TTS Perkuat Peran Perempuan Muda Hadapi Perubahan Iklim

Sabtu, 12 September 2026 | 19:28 WIB
  • author *Sefnat Besie
Jenggala di TTS Perkuat Peran Perempuan Muda Hadapi Perubahan Iklim
Sosialisasi program jenggala di TTS memperkuat kepemimpinan perempuan muda dan kaum muda dalam menghadapi perubahan iklim. (Foto: istimewa).

SOE, iNewsTTU.id--Program Jenggala akan dilaksanakan di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Nagekeo di NTT, serta Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan.

Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 39.320 individu, termasuk 4.000 penerima manfaat langsung berusia 18 hingga 30 tahun.

Plan Indonesia secara resmi menyosialisasikan program JENGGALA (Jaringan Kaum Muda untuk Gerakan Gender dan Ketahanan Iklim Berkelanjutan) di Aula Mutis, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/9/2026).

Program yang didanai Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) tersebut akan berlangsung selama empat tahun dengan fokus memperkuat ketahanan kaum muda, terutama perempuan muda di wilayah pedesaan, dalam menghadapi berbagai dampak perubahan iklim.

Sosialisasi dihadiri perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, akademisi, mitra pembangunan serta kaum muda dari sejumlah wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan program.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pembangunan yang inklusif, responsif terhadap gender, sekaligus mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.

Plan Indonesia, sebagai organisasi hak anak dan kemanusiaan yang telah bekerja di Indonesia sejak 1969, terus mendorong pemenuhan hak anak serta pemberdayaan kaum muda, khususnya perempuan muda dan kelompok yang selama ini berada dalam kondisi rentan.

Melalui JENGGALA, kaum muda didorong tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan solusi terhadap persoalan sosial, ekonomi dan lingkungan di komunitas masing-masing.

Program JENGGALA akan dilaksanakan di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Nagekeo di NTT, serta Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan.

Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 39.320 individu, termasuk 4.000 penerima manfaat langsung berusia 18 hingga 30 tahun. Sedikitnya 60 persen penerima manfaat langsung ditargetkan merupakan perempuan muda dan 4 persen merupakan penyandang disabilitas.

Hadapi Dampak Perubahan Iklim

JENGGALA hadir di tengah berbagai persoalan yang semakin dirasakan masyarakat akibat perubahan iklim.

Di NTT, kekeringan, keterbatasan sumber air serta tingginya ketergantungan masyarakat pedesaan terhadap sektor pertanian menjadi tantangan yang membutuhkan solusi adaptif.

Sementara di Kabupaten Takalar, perubahan pola musim serta tekanan terhadap sektor pertanian dan perikanan juga mendorong perlunya pendekatan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Dalam kondisi tersebut, kaum muda dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak perubahan dan memimpin berbagai aksi adaptasi di tingkat komunitas.

Direktur Program Plan Indonesia, Ida Ngurah, mengatakan perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memperlebar kesenjangan yang selama ini dihadapi perempuan dan kelompok rentan.

“Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperbesar kesenjangan yang selama ini dihadapi perempuan dan kelompok rentan,” ujar Ida Ngurah.

Menurutnya, melalui JENGGALA, Plan Indonesia ingin memastikan perempuan muda dan kaum muda di pedesaan memiliki kesempatan, kapasitas serta ruang untuk memimpin aksi nyata dalam membangun ketahanan komunitas.

Ia menyebut program tersebut sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda sekaligus mendorong pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Perempuan muda dan kaum muda berada di garis depan dampak perubahan iklim, tetapi mereka juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin perubahan. Melalui JENGGALA, kami ingin memperkuat kapasitas, suara, dan kepemimpinan mereka agar mampu menciptakan solusi yang relevan bagi komunitasnya,” tambahnya.

Tiga Fokus Utama JENGGALA

Program JENGGALA memiliki tiga fokus utama.

Pertama, memperkuat kepemimpinan kaum muda yang transformatif gender agar generasi muda memiliki kemampuan dan keberanian untuk terlibat dalam perubahan di lingkungannya.

Kedua, meningkatkan mata pencaharian berkelanjutan melalui pengembangan green skills dan kewirausahaan sehingga kaum muda memiliki peluang ekonomi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Ketiga, memperkuat tata kelola yang inklusif dengan mendorong keterlibatan kaum muda dalam proses pengambilan keputusan, baik di tingkat komunitas maupun dalam pembangunan daerah.

Melalui tiga fokus tersebut, Plan Indonesia berharap semakin banyak kaum muda, khususnya perempuan muda, yang mampu tampil sebagai pemimpin perubahan.

Program ini diharapkan turut mendorong terciptanya komunitas yang lebih tangguh, setara dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan akibat krisis iklim.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut