Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Status Waspada, Polisi Imbau Warga Lembata Jauhi Zona Bahaya Ili Lewotolok
Advertisement . Scroll to see content

Gempa M4,4 Landa Manggarai, Stasiun Geofisika Kupang Imbau Warga Jauhi Bangunan Retak

Senin, 07 September 2026 | 19:34 WIB
  • author *Sefnat Besie
Gempa M4,4 Landa Manggarai, Stasiun Geofisika Kupang Imbau Warga Jauhi Bangunan Retak
Salah satu bangunan rusak dampak gempa besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 5/8/2026. (Foto: Istimewa).


KUPANG, iNewsTTU.id – Wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan M4,4 pada Senin (7/9/2026) sore. Meskipun sempat memicu kekhawatiran, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dangkal ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan laporan Stasiun Geofisika Kupang, peristiwa gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 17:40:05 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,20° LS dan 120,37° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 kilometer arah Utara Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman hiposenter 9 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman tersebut, guncangan ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan batuan berupa naik (thrust fault).

Getaran Dirasakan Nyata di Manggarai

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), getaran gempa dirasakan pada skala intensitas III MMI di wilayah Manggarai. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah oleh beberapa warga, seolah-olah ada truk yang sedang berlalu.

BMKG mencatat, gempa bumi ini merupakan bagian dari rangkaian panjang gempa susulan (aftershock) dari peristiwa gempa utama bermagnitudo M7,7 di Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.

Hingga Senin (7/9/2026) pukul 17:00:00 WIB, tercatat sudah ada 13.318 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut