Haru Warnai Tradisi Pedang Pora Purnabakti Polres TTS, Kapolres: Jiwa Bhayangkara Tak Pernah Padam
SOE, iNewsTTU.id – Suasana penuh keharuan menyelimuti Upacara Tradisi Pedang Pora Wisuda Purnabakti tingkat Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (1/9/2026) sore.
Upacara yang berlangsung di Lapangan Apel Polres TTS tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino. Momen ini menjadi bentuk penghormatan institusi atas pengabdian lima personel Polri dan ASN yang memasuki masa purnabakti periode Januari hingga September 2026.
Lima wisudawan purnabakti yang dilepas yakni Kompol Agustinus H.D. Sole, Aipda Manuel Sarmento, Penata Ireni I.R. Naat, Pengatur Tk. I Julpin Lapa, dan Pengatur Tk. I Ermi Erens Jonatan Taifa.
Prosesi tersebut turut dihadiri Wakapolres TTS Kompol Ibrahim, S.H., para Kabag, Kasat, Kasi, jajaran Kapolsek, serta seluruh personel dan ASN di lingkungan Polres TTS.
Dalam amanatnya, Kapolres TTS menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para wisudawan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, berakhirnya masa kedinasan bukan berarti berakhir pula semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Pensiun dari dinas kepolisian hanyalah batas administrasi. Namun jiwa Bhayangkara dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara tidak akan pernah padam,” ujar AKBP Kristiyan B. Martino.
Kapolres juga mengajak para purnabakti untuk tetap menjadi teladan sekaligus mitra Polri di tengah masyarakat. Pengalaman dan nilai-nilai pengabdian yang dimiliki para purnawirawan diharapkan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas bersama terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.
Ia kemudian mendoakan agar para purnabakti bersama keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Selamat jalan kesatria Bhayangkara. Selamat memasuki masa purnabakti dengan kepala tegak dan penuh rasa bangga. Perjuangan Bapak dan Ibu sekalian akan selalu kami kenang dan jadikan teladan,” ungkapnya dengan nada haru.
Usai upacara resmi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tradisi Pedang Pora dan prosesi pelepasan para purnabakti.
Editor: Sefnat Besie