get app
inews
Aa Text
Read Next : Puluhan Sapi di TTS Mati Mendadak, Diduga Tak Tahan Suhu Dingin 7 Derajat Celsius

Cegah Kematian Susulan, Pemkab TTS Vaksinasi dan Beri Vitamin Ratusan Sapi Warga

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29 WIB
header img
Petugas dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT Vaksin ternak sapi milik warga di Kecamatan Mollo Utara. (Foto: istimewa).

TTS, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) NTT melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengambil langkah antisipatif menyusul peristiwa kematian mendadak ratusan ekor sapi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksinasi sekaligus suplemen dan terapi suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak milik warga.

Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Senin (3/8/2026) hingga Jumat (7/8/2026), dengan menyasar sejumlah wilayah terdampak, yakni Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, serta Desa Kuanoel, Desa Fatumnasi dan Desa Nenas di Kecamatan Fatumnasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten TTS, drh. Jhon Marthen Johanis K. Banunaek, MP, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kematian ternak secara susulan.

“Kami mengerahkan tim ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan terapi suportif berupa pemberian vitamin dan antibiotik kepada sapi-sapi milik warga yang masih bertahan hidup. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kematian sapi secara susulan,” ujar Jhon Banunaek.

Pada hari pertama pelaksanaan, tim berhasil memberikan pelayanan kepada 132 ekor sapi. Hingga Jumat (7/8/2026), jumlah ternak yang mendapat pelayanan bertambah menjadi 149 ekor.

Secara keseluruhan, tercatat 281 ekor sapi telah mendapatkan pelayanan vaksinasi dan pemberian vitamin selama kegiatan berlangsung.

Menurut Jhon, pemberian vaksin dan vitamin bertujuan meningkatkan kekebalan serta daya tahan tubuh sapi agar lebih mampu menghadapi serangan penyakit.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca di wilayah TTS masih ditandai dengan curah hujan tinggi, kabut tebal, serta suhu udara yang cukup dingin. Kondisi cuaca tersebut dapat memengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh ternak.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan TTS juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemilik ternak, agar segera melaporkan kepada petugas lapangan apabila menemukan gejala penyakit atau kejadian kematian ternak.

Sebelumnya diberitakan, sapi milik warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, ditemukan mati mendadak dalam beberapa hari terakhir. 

Kematian ternak tersebut diduga dipicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai kabut tebal dan suhu udara yang turun hingga mencapai 7 derajat Celsius.

Peristiwa ini terjadi di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, dan Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi. 

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kabupaten TTS, kematian ternak berlangsung secara bertahap sejak Minggu (26/7/2026), ketika wilayah pegunungan tersebut mulai dilanda cuaca dingin ekstrem.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut