get app
inews
Aa Text
Read Next : Persiapan Pasar Perbatasan PLBN Napan Dimatangkan, Launching Dijadwalkan 14 Agustus 2026

Rencana Pinjaman Daerah Rp100 Miliar Pemkab TTU Disorot

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:53 WIB
header img
Viktor Manbait, Direktur Lembaga Advokasi Anti Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil,. (LAKMAS) NTT. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat).

Ia menyebut sejumlah prioritas pembangunan daerah, antara lain peningkatan pertumbuhan ekonomi, penguatan UMKM dan koperasi, pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan, pembangunan infrastruktur ekonomi menuju sentra produksi, pengembangan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan.

"Kalau sekitar Rp77 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan yang membuka akses ke sentra produksi, kawasan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi masyarakat, tentu pemerintah harus menjelaskan lokasi, target, indikator manfaat, dan keterkaitannya dengan RPJMD," kata Victor.

Namun, lanjut dia, apabila terdapat alokasi untuk pembangunan wisma, ruko, dan rest area, pemerintah juga perlu menjelaskan apakah proyek tersebut benar-benar menjadi prioritas pembangunan daerah dan memiliki manfaat ekonomi yang jelas.

Menurut Victor, pembangunan aset yang dibiayai melalui pinjaman harus didukung kajian akademik, studi kelayakan, analisis manfaat ekonomi, proyeksi pendapatan, serta road map pengelolaan aset.

Tanpa dokumen tersebut, kata dia, masyarakat akan kesulitan menilai apakah proyek yang dibiayai melalui pinjaman benar-benar produktif atau justru berpotensi menjadi beban APBD.

Pengamat Soroti Kemampuan Bayar

Sementara itu, pengamat kebijakan publik yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Timor, Doktor Maxi Taolin, meminta pemerintah menjawab sejumlah pertanyaan mendasar sebelum mengajukan pinjaman daerah.

Menurut Maxi, kondisi APBD TTU saat ini, pagu indikatif anggaran 2027, serta skala prioritas pembangunan harus menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pinjaman.

Maxi juga mempertanyakan skema pembayaran kembali pinjaman dan proyeksi kemampuan fiskal daerah dalam beberapa tahun ke depan.

DPRD, kata dia, perlu mendapatkan dokumen yang menjelaskan kemampuan pemerintah daerah membayar cicilan pinjaman tanpa mengurangi anggaran untuk program-program prioritas.

"Kalau PAD masih terbatas dan ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih tinggi, maka pemerintah harus menjelaskan secara rinci dari mana sumber pembayaran pokok dan bunga pinjaman tersebut," ujar Maxi.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut