get app
inews
Aa Text
Read Next : KM3N Kefamenanu Desak Aparat Desa dan Pengelola BUMDes Seo Bayar Upah Pekerja Bak Ikan

Kasus Gigitan HPR yang Ditangani Puskesmas Kota Kefa Capai 2000, Stok SAR Kosong

Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:53 WIB
header img
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan TTU, drg. Eykman S. Henukh.( Foto iNewsTTU.id/Sefnat).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, memastikan stok vaksin anti rabies (VAR) untuk penanganan korban gigitan hewan penular rabies (HPR) saat ini tersedia di seluruh puskesmas. Namun, serum anti rabies (SAR) hingga kini masih mengalami kekosongan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan TTU, drg. Eykman S. Henukh, mengatakan sebanyak 1.500 vial vaksin anti rabies baru diterima sekitar dua pekan lalu dari pemerintah pusat.

"Sebelumnya memang sempat terjadi kekosongan stok. Untuk mengatasi kondisi itu kami meminjam vaksin dari Kabupaten Kupang, Belu, dan Malaka, karena stok dari pusat juga sedang kosong," ujarnya.

Menurut Eykman, setelah stok baru diterima, vaksin langsung didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing puskesmas melalui Gudang Farmasi Kabupaten, Setiap puskesmas dapat mengajukan permintaan sesuai jumlah kebutuhan pelayanan.

Ia menjelaskan, meski pernah terjadi kekosongan, tidak semua puskesmas mengalami hal yang sama. Dinas Kesehatan menerapkan sistem redistribusi antar puskesmas apabila ada fasilitas kesehatan yang kehabisan stok.

"Kalau ada puskesmas yang kosong, kami arahkan mengambil stok dari puskesmas terdekat yang masih tersedia. Jadi pelayanan tetap berjalan," katanya.

Meski demikian, Eykman mengakui kebutuhan vaksin di TTU sangat tinggi. Dengan angka kasus gigitan anjing yang terus meningkat, stok 1.500 vial diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan selama sekitar dua hingga tiga bulan.

Bahkan, khusus di wilayah kerja Puskesmas Kota Kefamenanu saja, jumlah kasus gigitan anjing dilaporkan mencapai sekitar 2.000 kasus dalam setahun.

Sementara itu, untuk serum anti rabies (SAR) yang digunakan pada kasus gigitan berisiko tinggi, Dinas Kesehatan TTU mengaku hingga kini masih mengalami kekosongan stok.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut