Ini Kronologi Awal Dokter Icha Alami Intimidasi Saat Bertugas, Sempat Depresi hingga Meninggal
Saat menerima pasien, dr. Icha melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Dari hasil pemeriksaan dan konsultasi tersebut, pasien belum direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin atau serum anti bisa ular tertentu. Selain itu, RS Leona juga tidak memiliki stok anti venom yang diminta pihak keluarga.
Penjelasan medis tersebut diduga tidak diterima oleh keluarga pasien. Salah seorang anggota keluarga kemudian berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.
Tak lama berselang, seorang pria lainnya masuk ke ruang IGD dan turut menyampaikan protes dengan nada keras. Berdasarkan informasi yang diterima media, pria tersebut mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III dan memperkenalkan diri sebagai Robertus Tubani.
Selain itu, disebutkan pula terdapat anggota DPRD lainnya berinisial TL dan seorang warga berinisial VL yang berada di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi.
Di tengah situasi tersebut, dr. Icha tetap berupaya menjelaskan kondisi pasien serta alasan medis atas tindakan yang diambil. Namun, penjelasan itu disebut tidak diterima sehingga dokter yang sedang bertugas tersebut merasa tertekan dan bahkan menangis.
Editor : Sefnat Besie