get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Periksa 11 Saksi, Dalami Unsur Pidana Kasus Intimidasi Dokter Icha

Ini Kronologi Awal Dokter Icha Alami Intimidasi Saat Bertugas, Sempat Depresi hingga Meninggal

Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:51 WIB
header img
Dokter Icha Pakaenoni semasa hidup. (Foto istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, dr. Icha, yang dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026), sebelumnya diduga mengalami tekanan psikologis setelah menjadi korban intimidasi saat menangani pasien korban gigitan ular.

Informasi yang dihimpun media menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026, saat dr. Icha sedang bertugas di IGD RS Leona.

Saat itu, seorang pasien berusia 19 tahun, korban gigitan ular, dirujuk dari RSUD Kefamenanu ke RS Leona untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Pasien tersebut diketahui merupakan keluarga dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar.

Berdasarkan kronologi, pasien digigit ular pada Jumat, 12 Juni 2026. Selanjutnya, pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 12.50 Wita, pasien menjalani perawatan di RSUD Kefamenanu sebelum akhirnya dirujuk ke RS Leona sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat menerima pasien, dr. Icha melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Dari hasil pemeriksaan dan konsultasi tersebut, pasien belum direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin atau serum anti bisa ular tertentu. Selain itu, RS Leona juga tidak memiliki stok anti venom yang diminta pihak keluarga.

Penjelasan medis tersebut diduga tidak diterima oleh keluarga pasien. Salah seorang anggota keluarga kemudian berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.

Tak lama berselang, seorang pria lainnya masuk ke ruang IGD dan turut menyampaikan protes dengan nada keras. Berdasarkan informasi yang diterima media, pria tersebut mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III dan memperkenalkan diri sebagai Robertus Tubani.

Selain itu, disebutkan pula terdapat anggota DPRD lainnya berinisial TL dan seorang warga berinisial VL yang berada di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi.

Di tengah situasi tersebut, dr. Icha tetap berupaya menjelaskan kondisi pasien serta alasan medis atas tindakan yang diambil. Namun, penjelasan itu disebut tidak diterima sehingga dokter yang sedang bertugas tersebut merasa tertekan dan bahkan menangis.

Pasien korban gigitan ular tersebut kemudian menjalani perawatan di RS Leona hingga Senin, 16 Juni 2026. Pada pagi hari, pihak keluarga meminta pasien dipulangkan dari rumah sakit. Informasi yang diperoleh menyebutkan kondisi pasien saat ini telah sehat.

Sementara itu, sejumlah rekan dan keluarga menyebut bahwa pasca-peristiwa tersebut, dr. Icha mengalami tekanan psikis, depresi, hingga kondisi kesehatannya menurun sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026).

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut