get app
inews
Aa Text
Read Next : 325 Rider Meriahkan Wirasakti Trail Adventure 2026 di Kupang Diselingi Baksos

Kawasan Industri Bolok Disiapkan Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Baru NTT

Kamis, 25 Juni 2026 | 09:45 WIB
header img
Daniel Tonu, Komisaris Independen PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda), Kamis (25/06/2026). (Foto: Istimewa).

Untuk mempercepat pengembangan kawasan, Daniel mendorong sinergi antarlembaga daerah. Bank NTT, misalnya, diharapkan tidak hanya berperan sebagai bank transaksi, tetapi juga menjadi penggerak akses pembiayaan bagi tenant, UMKM, koperasi, dan pelaku usaha yang terhubung dengan aktivitas industri di Bolok.

Sementara itu, PT Jamkrida dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat akses pembiayaan melalui skema penjaminan kredit bagi tenant, kontraktor, dan pelaku usaha lokal. Dengan adanya penjaminan, peluang usaha di kawasan industri dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat dan pengusaha daerah.

Di sisi lain, PT Flobamor didorong mengambil peran dalam penguatan sektor logistik, pergudangan, dan transportasi guna memastikan kelancaran arus barang dari dan menuju kawasan industri.

"KIB harus terhubung dengan pelabuhan, pusat distribusi, jalur perdagangan antarpulau, dan pasar regional. Tanpa sistem logistik yang kuat, biaya ekonomi akan tinggi dan daya saing kawasan menjadi lemah," ujarnya.

Daniel juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD). DPMPTSP diharapkan mempercepat pelayanan perizinan dan promosi investasi, Dinas PUPR memastikan ketersediaan infrastruktur dasar, Dinas Tenaga Kerja menyiapkan tenaga kerja terampil, serta Dinas Lingkungan Hidup menjamin seluruh aktivitas industri berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.


Ke depan, KIB juga diarahkan menjadi kawasan industri hijau (green industrial estate) melalui pengembangan energi surya, efisiensi penggunaan air, pengelolaan limbah yang baik, serta penerapan teknologi rendah emisi dan sistem layanan digital.

Dalam proyeksi bisnis perusahaan, pendapatan KIB ditargetkan mencapai sekitar Rp1,49 miliar pada tahun 2026 dan meningkat menjadi Rp3,09 miliar pada tahun 2030. Sementara kontribusi terhadap PAD diperkirakan tumbuh dari Rp450 juta menjadi Rp950 juta pada periode yang sama.

Menurut Daniel, target tersebut harus menjadi ukuran akuntabilitas yang nyata melalui indikator yang jelas, seperti jumlah tenant, tingkat keterisian gudang, luas lahan produktif, pendapatan utilitas, nilai investasi yang masuk, hingga jumlah tenaga kerja lokal yang terserap.

"NTT Incorporated adalah ajakan untuk mengakhiri ego sektoral. KIB menjadi pusat investasi, Bank NTT menggerakkan pembiayaan, Jamkrida mengelola risiko, Flobamor memperkuat logistik, OPD menyediakan layanan dan infrastruktur, perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan, dan masyarakat menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi," pungkasnya.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut