get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemkab Ende Klarifikasi Isu Penggusuran SDI Wolomoni untuk Galeri KDMP

Empat Anggota Brimob Ditikam di Labuan Bajo, Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Didalami Tim Gabungan

Kamis, 11 Juni 2026 | 18:13 WIB
header img
Tim dari Polres Manggarai Barat saat melakukan olah TKP terkait kasus perkelahian yang melibatkan anggota Brimob dan TNI di Labuan Bajo. Foto istimewa

LABUAN BAJO, iNewsTTU.id – Insiden penikaman yang menyebabkan empat anggota Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT terluka di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari, menjadi perhatian serius pimpinan TNI dan Polri. Dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam peristiwa tersebut kini tengah didalami oleh tim gabungan Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD).

Peristiwa terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, sekitar pukul 01.00 Wita. Sebelumnya, sejumlah anggota Brimob menghadiri misa syukur dan acara pelantikan salah satu personel Brimob yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) malam.

Wakil Komandan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung aman hingga menjelang dini hari. Namun saat empat anggota Brimob hendak pulang, mereka berpapasan dengan tiga orang yang diduga sebagai pelaku.

Menurut Antonio, salah satu terduga pelaku tiba-tiba menendang Bripda Rivaldo tanpa alasan yang jelas.

"Melihat rekannya diserang, anggota lainnya berusaha melerai. Namun situasi berkembang menjadi keributan hingga salah satu terduga pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penikaman terhadap empat anggota Brimob," ujar Antonio.

Akibat kejadian tersebut, empat anggota Brimob mengalami luka akibat senjata tajam dan langsung dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis. Seluruh korban dilaporkan menjalani tindakan operasi dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Pantauan di rumah sakit menunjukkan pengamanan diperketat. Satu unit kendaraan taktis Brimob disiagakan di area rumah sakit sebagai langkah antisipasi.

Informasi yang berkembang menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI yang bertugas di Kodim 1630/Manggarai Barat. Namun hingga Kamis sore, pihak TNI belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas maupun status pihak yang diduga terlibat.

Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, menyatakan pihaknya masih melakukan klarifikasi internal terkait insiden tersebut.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut