Kisah Petani Banopo Siram Pupuk Terakhir untuk Sayur Sebelum Diterjang Banjir
Aksi Nese terlihat pada Selasa pagi, saat cuaca masih belum bersahabat.
Di tengah kekhawatiran akan datangnya banjir susulan, ia tetap berupaya merawat tanamannya sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus harapan agar jerih payahnya tidak sia-sia.
Sebelumnya pada Sabtu hingga minggu, banjir menerjang lahan lahan pertanian Kelompok Tani ini, selain lahan tergerus karena tidak ada bronjong penahan, sebagian tanaman hortikultura tersebut banjir.
Ketua kelompok tani sehati banopo Frater Herman Tugas Ginting OFMConv yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.
Lahan Kelompok Tani yang beranggotakan 43 orang dipastikan tak lagi beraktivitas akibat bencana itu.
Menurutnya, beberapa anggota Petani masih merawat tanaman hortikultura tersebut sambil menanti kemurahan alam.
Tokoh agama asal Medan Sumatera Utara ini mengaku pasca bencana tersebut, pihaknya berencana mencari lahan baru untuk pindahkan lahan hortikultura agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi.
Ia pun membutuhkan uluran tangan dari sesama agar bisa membantu meringankan anggota kelompok tani yang kebanyakan masih hidup terbelakang soal pendapatan atau ekonomi keluarga.
Editor: Sefnat Besie