Dukung Asta Cita, Dinas Pertanian TTU Ungkap Strategi Kelola Ratusan Ribu Hektare Lahan Tidur
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menyatakan kesiapannya mendukung penuh program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia melalui program Asta Cita.
Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian TTU, Tonce Seran, mengungkapkan bahwa di tengah eskalasi politik global yang memicu krisis energi dan pangan, penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah menjadi harga mati.
"Bapak Presiden Prabowo telah memperhitungkan jauh ke depan. Strategi ini dijalankan dengan kolaborasi lintas sektor, di mana Kementerian Pertanian menggandeng Polri untuk dukungan komoditas jagung, sementara TNI fokus pada lahan basah atau padi sawah," ujar Tonce Seran saat panen jagung di kebun kelompok tani sehati banopo.
Potensi Raksasa Lahan Kering di TTU
Tonce membeberkan data mengejutkan terkait potensi pertanian di Bumi Biinmaffo. Dari total luas wilayah 266 ribu hektare, Kabupaten TTU didominasi oleh lahan kering, yakni 167.000 hektare sedangkan
lahan basah: 14.000 hektare.
Namun, Tonce menyayangkan pemanfaatan lahan kering sejauh ini belum optimal. Hingga data terakhir tahun 2025, pemanfaatan lahan kering untuk jagung dan hortikultura baru menyentuh angka 14.750 hektare.
"Berarti pemanfaatannya baru sekitar 20-an persen. Ini menjadi tantangan besar bagi kami di Dinas Pertanian untuk menemukan strategi jitu guna mendongkrak produksi melalui program APBD maupun APBN," tegasnya.
Perkuat 1.817 Kelompok Tani
Menanggapi peran masyarakat, Tonce menyebutkan bahwa saat ini terdapat 1.817 kelompok tani di TTU yang telah terdata dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Wadah ini menjadi pintu masuk utama bagi seluruh intervensi dan bantuan pemerintah kepada petani.
Struktur organisasi petani di TTU pun telah tertata rapi, mulai dari level kelompok di desa, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga asosiasi di tingkat kabupaten melalui KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) yang dipimpin oleh Frater Herman Tugas ginting OFMConv.
"Kami sedang gencar mendongkrak produktivitas hingga ke tingkat kelompok. Dengan potensi lahan yang sangat luas dan semangat kebersamaan melalui kelompok tani, kita optimis TTU bisa berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional," ucapnya.
Editor: Sefnat Besie