Jaga Pasokan LPG Nasional, STS Kalbut Situbondo Jadi Urat Nadi Distribusi Energi
Selain itu, Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Downstream juga terus memperkuat sistem distribusi LPG secara terintegrasi. Upaya tersebut meliputi penyediaan armada kapal untuk distribusi laut, penggunaan skid tank untuk distribusi darat, serta peningkatan pengawasan di SPPBE dan pangkalan resmi.
“Melalui STS Kalbut, kami berkomitmen menjaga pasokan dan distribusi LPG agar tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” tambah Ahad.
Seiring meningkatnya kebutuhan LPG, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo di STS Kalbut dengan muatan mencapai 44.839 metrik ton. Muatan tersebut selanjutnya didistribusikan ke sejumlah terminal di Jawa Timur.
Rinciannya, distribusi ke Gresik diperkirakan tiba pada 12 April dengan muatan 10.000 metrik ton. Selain itu, Gresik juga mendapat tambahan suplai 1.000 metrik ton dari kilang TPPI yang telah tiba dan dijadwalkan bongkar pada 11 April.
Sementara itu, untuk Surabaya, kapal dengan muatan 8.000 metrik ton telah tiba pada 10 April dan saat ini dalam proses bongkar. Adapun untuk Banyuwangi, distribusi diperkirakan tiba pada 11 April dengan muatan 2.500 metrik ton.
Editor : Sefnat Besie