Dua Jurnalis Tewas Akibat Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan
BEIRUT, iNewsTTU.id – Konflik di perbatasan Lebanon kembali menelan korban jiwa dari kalangan jurnalis. Dua orang koresponden media dilaporkan tewas setelah serangan udara Israel menghantam wilayah selatan Lebanon pada Sabtu (28/03/2026).
Kedua jurnalis yang gugur dalam tugas tersebut adalah Ali Shoeib, koresponden senior dari stasiun televisi Al-Manar milik kelompok Hizbullah, dan Fatima Ftouni, reporter dari televisi Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut.
Kematian Ali Shoeib menjadi kehilangan besar bagi dunia pers di Lebanon. Ia dikenal sebagai jurnalis perang berpengalaman yang telah meliput konflik di wilayah selatan Lebanon selama hampir tiga dekade. Sementara itu, Fatima Ftouni dikabarkan sempat melakukan siaran langsung dari wilayah Jezzine sesaat sebelum serangan maut itu terjadi.
Israel Tuding Jurnalis Sebagai Operator Intelijen
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak militer Israel mengeklaim bahwa Ali Shoeib merupakan target operasi mereka. Israel menuding Shoeib bukan sekadar jurnalis, melainkan operator intelijen Hizbullah.
"Ali Shoeib beroperasi secara sistematis untuk mengungkap lokasi tentara Israel yang beroperasi di Lebanon selatan," tulis pernyataan resmi militer Israel sebagaimana dikutip dari AP.
Editor : Sefnat Besie