Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bawaslu TTU Buka Ruang Kritik dari Wartawan untuk Evaluasi Pengawasan Pemilu
Advertisement . Scroll to see content

Ganjar Pranowo, Capres dari Partai Perindo, Dukung Kebebasan Pers dan Kritik Terhadap Pemerintah

Jum'at, 01 Desember 2023 | 04:34 WIB
  • author riana rizkia/sefnat besie
Ganjar Pranowo, Capres dari Partai Perindo, Dukung Kebebasan Pers dan Kritik Terhadap Pemerintah
Ganjar Dukung Kebebasan Pers: Pemerintah Tak Boleh Baper Kalau Dikritik Ganjar Pranowo mendukung kebebasan pers. Dia menyebut pemerintah tidak boleh baper saat dikritik. (Foto: Riana Rizkia)


JAKARTA, iNewsTTU.id--Calon presiden yang didukung oleh Partai Perindo, Ganjar Pranowo, menegaskan dukungannya terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan pers.

Saat berbicara dalam dialog terbuka antara pers dan calon presiden di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Ganjar menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh bersikap baperan (bawa perasaan) saat menerima kritik.

"Dukungannya, pemerintahnya gak boleh baperan kalau dikritik, itu dukung dulu karena itu bagian dari kebebasan pers," ujar Ganjar pada Kamis (30/11/2023).

Ganjar, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang muda, energetik, merakyat, berprestasi, berpengalaman, dan keluarga, menambahkan bahwa dia sendiri tidak pernah merasa tersinggung (baper) saat dikritik atau bahkan dihina.

"Kalau dihajar, saya sudah terlalu sering, dipuji juga pernah. Yang perlu disikapi dari kita jangan baperan," katanya.

Ganjar menegaskan bahwa semua orang memiliki kebebasan berpendapat, termasuk anak muda dan komedian stand up, untuk menyampaikan kritik.

Meskipun begitu, Ganjar memberikan catatan bahwa kritik yang disampaikan sebaiknya tidak berupa fitnah.

"Kita berada pada posisi itu tuh, Anda itu wajib, wajib dikritik, jadi jangan baperan. Yang penting edukasinya dan tidak boleh fitnah. Itu aja," ucapnya.

Dia juga meminta agar pihak yang mengkritiknya tidak merasa marah jika mendapatkan kritikan balik. Ganjar berharap adanya dialektika dan saling pengertian dalam ruang kebebasan berekspresi dan kritik. Ganjar menyimpulkan,

"Kalau Anda boleh, kenapa saya tidak boleh? Woh Anda pejabat. Oke kalau begitu saya batasi. Tapi saya boleh dong mengkritik. Begitu. Ini yang terjadi."katanya.

 

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut