Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pri Pambudi Teguh, Kakak Kandung Ganjar Pranowo Coblos di TPS Cibinong
Advertisement . Scroll to see content

Pengamat Nilai Ganjar Cukup Berhasil Atasi Krisis Air Bersih di Jateng

Jum'at, 01 September 2023 | 12:50 WIB
  • author iNews.id, Sefnat Besie
Pengamat Nilai Ganjar Cukup Berhasil Atasi Krisis Air Bersih di Jateng
Pengamat Nilai Ganjar Cukup Berhasil Atasi Krisis air Bersih di Jateng. Foto:ist

Penanganan krisis air, lanjut Trubus, tergolong baik lantaran sejauh ini tidak terlihat gejolak di masyarakat. "Di sana (Jateng) enggak ada gejolak seperti, misalnya, masyarakat enggak bisa bermobilitas karena airnya enggak ada," ujarnya.

Sebelumnya, Ganjar telah mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah daerah. Terkait ini, skema bantuan distribusi air bersih 7,1 juta liter sudah disiapkan. 

"Kita tiap hari ada bantuan yang kita kirim ke daerah-daerah. Jadi kalau boleh saya tampilkan visualnya, dari BPBD semua siaga, bupati/walikota semua siaga, so far sampai hari ini ada (bantuan air)," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (14/8/2023).

Bantuan sekitar 7,1 juta liter air itu bersumber dari banyak pihak dan hanya solusi sementara. Untuk antisipasi jangka panjang kebutuhan air bersih, Ganjar merinci dua hal yang perlu dilakukan, baik oleh Pemprov Jateng atau masyarakat setempat. 

Pertama, menjaga dan merawat sumber-sumber mata air dengan memperbanyak menanam pohon. Kedua, pengelolaan sumber mata air dengan membuat saluran agar distribusinya mudah.

"Di beberapa titik ada sumur bor, yang lain kita bisa menampung dari air hujan. Maka rain harvesting-nya mesti dilakukan dengan peralatan. Seperti tandon-tandon yang ada di rumah itu juga bisa," kata Ganjar.

Kekeringan dan krisis air sudah menjadi perhatian Ganjar sejak ia mulai memimpin Jateng. Pada 2015, Ganjar menginisiasi Gerakan Seribu Embung. Tujuannya, mengatasi kekeringan, mengantisipasi banjir saat musim hujan, mengairi sawah saat kemarau, dan sumber air baku untuk warga. Kini, paling tidak ada 1.135 embung yang selesai dibangun.***

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut