Fakta Baru, Satu lagi Pengusaha Mengaku Diperas Ketua dan Pengurus Araksi TTU

KEFAMENANU, iNewsTTU.id--Lagi, Seorang pengusaha mengaku diperas oleh Ketua dan pengurus Araksi Timor Tengah Utara, CB dan sejumlah badan pengurusnya.
Dugaan pemerasan disampaikan langsung oleh BD yang merupakan rekanan pelaksana pembangunan Rumah Sakit Pratama Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.
Kepada sejumlah awak media di Kefamenanu, Senin, 13/2/2023, BD membeberkan kronologis dirinya mendapat panggilan telepon dari Ketua Araksi TTU, CB, pada akhir Agustus 2022 lalu yang mengatakan bahwa Araksi akan memeriksa proyek pembangunan RSP Ponu.
Namun dirinya tidak menanggapi karena tidak bertemu langsung dengan CB.
Berselang satu hari kemudian, ada seorang Wartawan mengirimkan link berita yang isinya seolah-olah menyudutkan pihanya sebagai pelaksana pembangunan RSP Ponu yang intinya bekerja dengan spek yang tidak sesuai.
"Saat itu saya mencoba mencaritau sumber berita untuk melakukan klarifikasi, karena apa yang ditulis di media tidak sesuai dengan fakta di Lapangan,"bebernya.
Setelah bertemu CB, BD langsung membawanya ke lokasi proyek dan ke sumber berita agar CB bisa kembali mengonfirmasi kepada wartawan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Namun, saat itu CB meminta BD menyetor uang tunai sebesar Rp6.000.000, saat itu, DB pun langsung menyerahkan uang cash sesuai permintaan CB saat itu juga.
“CB mengaku dia membawahi ada lima media. Jadi uang tersebut akan dibagi-bagikan kepada lima orang wartawan dan untuk dia sendiri. Saya kemudian berikan uang cash dalam mobil CB,” ungkap DB.
Setelah penyetoran pertama selesai, berselang beberapa hari, CB Ketua Araksi TTU kembali menelpon dirinya dengan dalih diminta oleh Ketua Araksi NTT Alfred Baun.
"Pada awal September 2022, CB kembali menelepon dan memberitahukan bahwa dari ARAKSI Provinsi mempertanyakan mengapa berita terkait proyek yang BD kerjakan tiba-tiba hilang, CB kemudian meminta uang sebesar Rp7.500.000 untuk diberikan kepada Ketua Sekretaris dan Bendahara Araksi NTT,"ungkapnya.
lantaran tak ingin lagi diganggu, DB pun menyetorkan lagi uang yang diminta oleh CB
“Karena saya tidak ingin lagi ditekan, maka saya transfer uang sebesar Rp10.000.000 ke rekening milik anak CB. Bukti transfernya masih ada di saya,” tandasnya.
Editor : Sefnat Besie