Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes RI Lakukan Verifikasi Akhir Eliminasi Malaria di Perbatasan NTT Timor Leste
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Krisis Dokter Spesialis, Kemenkes Siapkan 2.500 Beasiswa

Kamis, 15 Desember 2022 | 07:09 WIB
  • author Dimas Choirul
Indonesia Krisis Dokter Spesialis, Kemenkes Siapkan 2.500 Beasiswa
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsTTU.id- Data WHO, rasio kebutuhan dokter untuk warga negara Indonesia adalah 1:1000. Sedangkan rasio untuk negara maju ada di angka 3:1000 dokter, bahkan beberapa negara berupaya mencapai rasio sebanyak 5:1000 dokter.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut saat ini Indonesia mengalami krisis dokter spesialis, kondisi ini membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyiapkan 2.500 beasiswa untuk dokter spesialis, sub-spesialis, termasuk fellowship lulusan luar negeri di tahun 2024.

“Krisis dokter spesialis ini tidak cukup mampu untuk melayani kebutuhan layanan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Maka dari itu kita butuh melakukan pembaharuan sistem untuk meningkatkan jumlah produksi serta upaya pemerataan dokter spesialis di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” ungkap Budi di Jakarta pada Selasa (13/12/2022).

Budi menjelaskan, upaya pemenuhan ini dapat dilakukan melalui Academic Health System (AHS) yang bertujuan untuk memastikan lebih banyak dokter yang terfasilitasi untuk bisa mengenyam pendidikan dokter spesialis berbasis universitas (university based).

Serta didukung pula melalui sistem baru yakni pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based).

Menurutnya, pembentukan konsep pendidikan dokter spesialis melalui hospital based dapat memungkinkan adanya sistem pembayaran gaji bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk mendukung upaya produksi dan pemerataan dokter spesialis.

“Objektifnya bukan untuk mengurangi produksi dalam sistem universitas melainkan untuk membuka peluang baru dan menambah jumlah produksinya melalui sistem pendidikan berbasis rumah sakit," ujarnya.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut