Data transaksi *official merchandise* tersebut menggunakan batas pencatatan hingga 11 Oktober 2026. Penjualannya masih berlanjut melalui gerai Bright Store di Bandara Internasional Lombok hingga 13 Oktober 2026.
Pelaku UMK Rasakan Dampak Positif
Dampak kegiatan tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha yang berpartisipasi. Didik Wahyudi, pemilik KabaRBaik Coffee sekaligus perwakilan UMK binaan Pertamina, mengaku bersyukur mendapat kesempatan memasarkan produknya di tengah keramaian ajang balap internasional.
Menurut Didik, lokasi berjualan di dekat tribun Grandstand A membuka kesempatan bagi produknya untuk dikenal dan dibeli wisatawan dari berbagai daerah maupun negara.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina. Berjualan di dekat tribun Grandstand A Mandalika memberikan pengalaman luar biasa bagi kami, di mana produk kami bisa dilihat dan dibeli oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Omzet yang kami dapatkan selama tiga hari ini jauh melampaui ekspektasi,” ungkap Didik.
Antusiasme pengunjung juga terlihat dari pengalaman Shelly, wisatawan asal Inggris yang mencoba layanan *Reflexy Corner* di area festival.
Ia menilai bazar tersebut menghadirkan beragam produk lokal dengan kualitas baik dan harga terjangkau. Kehadiran bazar juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk membeli produk khas daerah sekaligus menikmati suasana perhelatan balap internasional.
Dukungan terhadap pengembangan usaha lokal turut dirasakan para perajin yang mengikuti program CSR Pertamina. Sudiman, *local hero* dari Mina Tenun, salah satu program CSR unggulan AFT Bandara Internasional Lombok, mengatakan pendampingan Pertamina membantu perajin mengembangkan produk sekaligus memperluas pemasaran.
“Pendampingan dari Pertamina, khususnya melalui program AFT BIL, tidak hanya membantu dari sisi produksi tetapi juga membuka akses pemasaran yang luas seperti di event Pertamina Grand Prix of Indonesia. Ini menjadi motivasi besar bagi kami para perajin lokal untuk terus menjaga kualitas dan melestarikan warisan budaya,” kata Sudiman.
Melalui Festival Pertamina Energizing Indonesia, Pertamina berupaya mempertemukan produk UMK dengan pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan, memperkuat daya saing, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
