KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mendorong pengembangan kain tenun lokal agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi beragam produk bernilai tambah.
Ketua Dekranasda TTU, Ny. Andina Winantuningtyas, mengatakan pengembangan produk turunan tenun menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil kerajinan masyarakat.
“Kita jual produk, bukan bahan mentah,” kata Andina di Kefamenanu, Selasa (6/10/2026).
Menurut Andina, Dekranasda TTU berkomitmen memperkenalkan produk berbahan tenun lokal agar mampu menembus pasar di 22 kabupaten/kota di NTT.
Ia mengatakan TTU kini tidak ingin hanya dikenal sebagai daerah penghasil kain tenun, tetapi juga melalui berbagai produk turunannya yang memiliki desain dan karakter khas.
“TTU di kalangan 22 kabupaten, tidak lagi dikenal karena tenunnya saja, tetapi outer-outer-nya lain dari yang lain,” ujarnya.
Andina menyebut produk tenun TTU juga mulai mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT.
Bahkan, kata dia, produk tenun TTU kerap ditanyakan oleh Ibu Gubernur dalam sejumlah pertemuan secara daring.
“TTU zaman dulu kan kirim tenun doang. Yang sekarang macam-macam. Tas juga kulit asli,” katanya.
Pengembangan produk tersebut dilakukan dengan mengolah kain tenun menjadi berbagai kebutuhan fesyen dan aksesori, seperti jas, blazer, outer, tas berbahan kulit asli hingga gelang.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
