KUPANG, iNewsTTU.id -- Wilayah Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 19:40:21 WIB.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini memiliki parameter magnitudo M4,1 dengan kedalaman 15 km. Episenter gempa terletak pada koordinat 9,76° LS dan 118,97° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 19 km arah Selatan Kodi, Sumba Barat Daya. Hasil pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Jenis dan Mekanisme Gempa Bumi
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun (normal fault).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), getaran gempa ini dirasakan pada skala intensitas II MMI di Kabupaten Sumba Barat Daya, di mana getarannya dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Rangkaian Gempa Susulan (Aftershock)
Gempa M4,1 ini tercatat sebagai bagian dari rangkaian gempa bumi susulan menyusul gempa signifikan M5,9 yang sebelumnya mengguncang wilayah Kodi, Sumba Barat Daya, pada 4 Oktober 2026 pukul 05:55:52 WIB.
Hingga Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 19:48:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 469 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar tercatat M4,8.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan ini dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari bangunan-bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
