SUMBA BARAT DAYA, iNewsTTU.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (5/10/2026) pagi.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.19.11 WIB dengan kedalaman 14 kilometer.
Episenter gempa berada pada koordinat 9,64° Lintang Selatan dan 119,00° Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 6 kilometer sebelah selatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault,” demikian keterangan BMKG.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Kota Tambolaka. Pada siang hari, skala tersebut umumnya dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah.
Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan
BMKG menyebut gempa M3,9 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa berkekuatan M5,9 yang mengguncang wilayah Kodi, Sumba Barat Daya, pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB.
Hingga Senin (5/10/2026) pukul 06.33.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 360 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M4,8.
BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa susulan dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa demi keselamatan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
