Tangkap Dollar, JAPNAS NTT Dorong Kembali Penerapan PLB di Perbatasan Napan

*Sefnat Besie
Ketua Jaringan Pengusaha Nasional NTT. Fahmi Abdullahi. (Foto: istimewa).

KUPANG, iNewsTTU.id — Potensi ekonomi masyarakat perbatasan Indonesia–Timor-Leste dinilai sangat besar dan perlu ditangkap sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum JAPNAS NTT dalam kegiatan Coffee Morning bersama KADIN NTT yang dirangkaikan dengan HUT KADIN dan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN NTT).

Dalam forum tersebut, JAPNAS NTT menyampaikan usul agar KADIN NTT sebagai organisasi induk dunia usaha turut memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan UMKM di kawasan perbatasan, khususnya melalui penguatan aktivitas ekonomi di PLBN Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

JAPNAS NTT bersama HIPMI TTU, bekerja sama dengan Pemkab TTU dan PLBN Napan, tengah mendorong pengembangan Pasar Batas PLBN Napan sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

Salah satu peluang terbesar yang ingin ditangkap adalah potensi pasar dari masyarakat Oecusse, Timor-Leste.

“Kita sebenarnya memiliki pasar yang sangat besar di depan mata. Masyarakat Oecusse memiliki kebutuhan dan keinginan untuk datang berbelanja ke Napan. Persoalannya, masih ada masyarakat yang terkendala karena tidak memiliki paspor,” ujar Fahmi Abdullahi, Ketua Umum JAPNAS NTT, Kamis 24/9/2026.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah melalui instansi terkait diharapkan dapat mengkaji dan mendorong kembali penerapan fasilitas Pas Lintas Batas (PLB) sesuai dengan ketentuan hukum serta kesepakatan lintas batas antara Indonesia dan Timor-Leste.

Dengan adanya mekanisme lintas batas yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat perbatasan, diharapkan interaksi ekonomi masyarakat kedua negara dapat berlangsung lebih mudah, tertib, aman dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Menangkap Dollar, Menggerakkan UMKM

JAPNAS NTT melihat peluang tersebut bukan semata-mata sebagai persoalan perdagangan, tetapi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika masyarakat Oecusse dapat datang secara legal dan lebih mudah untuk berbelanja di kawasan Napan sesuai ketentuan yang berlaku, maka akan terbuka pasar baru bagi UMKM TTU.

Produk-produk lokal seperti kebutuhan pokok, makanan dan minuman, bakery, hasil pertanian, hortikultura, kerajinan serta berbagai produk UMKM lainnya dapat dipasarkan kepada konsumen dari negara tetangga.

“Kita ingin bagaimana uang dari luar masuk dan berputar di daerah kita. Istilah sederhananya, bagaimana kita bisa menangkap dollar dari Oecusse untuk menggerakkan ekonomi masyarakat TTU. Ini peluang yang harus kita siapkan bersama.”tambahnya. 

Namun, menurutnya, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk UMKM, kapasitas produksi, kemasan, harga yang kompetitif, pelayanan dan kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan pasar.

KADIN Diharapkan Memperkuat Advokasi Dunia Usaha

Dalam forum Coffee Morning tersebut, JAPNAS NTT juga meminta dukungan KADIN NTT untuk memperkuat komunikasi dan advokasi terkait pengembangan ekonomi kawasan perbatasan.

KADIN diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dunia usaha dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat maupun daerah mengenai berbagai kebijakan yang dapat membuka akses pasar bagi UMKM.

JAPNAS NTT dan HIPMI TTU sendiri berkomitmen untuk terus membina dan mempersiapkan UMKM agar mampu menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.

“Jangan sampai kita memiliki pasar yang besar di depan mata tetapi UMKM kita tidak siap. Karena itu, membuka akses pasar harus berjalan bersamaan dengan menyiapkan pelaku UMKM,” katanya.

Menurutnya, Pasar Batas PLBN Napan ke depan dapat dikembangkan bukan hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi menjadi etalase produk UMKM TTU dan NTT yang dapat dikenal oleh masyarakat Timor-Leste.

Dengan sinergi antara KADIN NTT, JAPNAS NTT, HIPMI TTU, Pemkab TTU, PLBN Napan dan pemerintah pusat, kawasan perbatasan diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Perbatasan bukan sekadar garis batas negara. Perbatasan adalah pintu masuk pasar. Dan dari Napan, UMKM TTU harus mampu menangkap peluang ekonomi dari negeri seberang.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network