Menurutnya, apabila nantinya mendapat mandat resmi memimpin Golkar TTU, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi internal partai, dilanjutkan dengan pembentukan struktur kepengurusan untuk menghadapi agenda dan program partai ke depan.
Kamilus mengakui dirinya merupakan wajah baru di Partai Golkar. Meski demikian, ia optimistis mampu mengelola organisasi politik tersebut dengan baik mengingat pengalamannya di pemerintahan dan organisasi.
Ia juga berkomitmen menjaga marwah Partai Golkar sebagai salah satu partai politik tertua di Indonesia, sekaligus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan peternakan skala kecil.
"Melalui Partai Golkar, kami ingin menunjukkan karya nyata kepada masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat harus benar-benar dirasakan, bukan hanya sebatas retorika," katanya.
Sementara itu, berdasarkan risalah rapat konsolidasi organisasi DPD II Partai Golkar TTU pada 9 Juli 2026, yang dihadiri pengurus DPD II, Fraksi Golkar, organisasi Hasta Karya, dan organisasi sayap partai, disebutkan bahwa sejak 1 Juli 2026 DPP dan DPD I Partai Golkar NTT telah menunjuk Maria Yashinta D. Makujawa, AMK sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar TTU.
Dalam risalah rapat tersebut juga disebutkan bahwa untuk mengakhiri kebuntuan hasil Pra Musda, DPP dan DPD I Partai Golkar NTT memutuskan menunjuk Kamilus Elu sebagai kandidat tunggal Ketua DPD II Partai Golkar TTU periode 2026–2031 yang direncanakan akan ditetapkan secara aklamasi dalam Musda mendatang.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
