Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan menampilkan ritual adat Lamaholot seperti Wua Wayak, Koli Kebako, dan Bau Lolon. Ketiga ritual tersebut memiliki makna penghormatan kepada tamu, penerimaan sebagai bagian dari komunitas, serta ungkapan doa dan harapan bagi tugas pelayanan yang akan dijalankan.
Suasana semakin semarak saat anak-anak menampilkan Tarian Hedung, tarian tradisional khas Lamaholot yang melambangkan persaudaraan, penghormatan, dan kegembiraan. Tarian tersebut dipersembahkan di gerbang utama paroki sebagai bentuk sukacita umat menyambut para gembala baru mereka.
Ratusan umat mengikuti seluruh rangkaian acara. Selain umat Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng, hadir pula umat dari Paroki Belogili dan Paroki Lite yang turut mengantar kedua imam menuju tempat tugas baru.
Kehadiran umat dari berbagai paroki menunjukkan eratnya persaudaraan dalam Gereja Katolik di wilayah Dekenat Adonara sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap tugas perutusan yang akan dijalankan kedua imam tersebut.
Pada kesempatan yang sama, umat juga menyampaikan apresiasi kepada pastor paroki sebelumnya, Romo Alo Dore, yang kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Romo Deken Adonara. Selama masa pelayanannya, Romo Alo dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan iman umat dan pengembangan kehidupan menggereja di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng.
Pergantian pelayan pastoral ini dipandang sebagai bagian dari dinamika pelayanan Gereja dalam menjawab kebutuhan umat. Karena itu, umat berharap Romo David Doni dan Romo Jhon Bulet dapat melanjutkan program-program pastoral yang telah berjalan sekaligus menghadirkan semangat baru dalam pelayanan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
