"Saya berharap seluruh penerima manfaat memegang komitmen ini dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran," tegasnya.
Bupati Yosep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, pemerintah kecamatan dan desa, BPD, tenaga kesehatan, kelompok masyarakat pengelola swakelola hingga masyarakat yang bergotong royong menyukseskan pembangunan rumah tersebut.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dipelihara karena pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.
"Program ini mengajarkan kita untuk peduli dan berbagi. Ketika kita membantu menghadirkan tempat tinggal yang layak bagi keluarga miskin, kita sedang membangun harapan baru dan mengangkat martabat sesama," ujarnya.
Ia menambahkan, mulai saat ini tanggung jawab pemeliharaan rumah sepenuhnya berada di tangan penerima manfaat. Karena itu, rumah yang telah diserahkan harus dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Rumah yang bersih dan terawat akan melahirkan keluarga yang sehat. Dari keluarga yang sehat akan lahir anak-anak yang kuat dan cerdas. Dan dari keluarga-keluarga yang kuat itulah akan lahir masyarakat TTU yang sejahtera, maju, dan berdaya saing," tandas Yosep.
Program RLH-TULUS Tahun Anggaran 2025 di Desa Kiuola diharapkan menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten TTU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan sehat.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
