“Kalau ini berjalan maka TTU akan sedikit terlepas dari ketertinggalan, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran. Semoga bisa segera terealisasi sehingga mampu membuka isolasi ketertinggalan kita,” ujarnya.
Menurut Bupati, potensi industri garam di TTU tidak hanya berhenti pada produksi garam. Air laut sisa pengolahan nantinya juga berpotensi dimanfaatkan menjadi air layak konsumsi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan PDAM Tirta Cendana Kefamenanu.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Blue Steel Industries, Benny Lau, menegaskan bahwa investasi yang dilakukan perusahaannya di TTU berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Yang paling penting adalah menciptakan lapangan kerja demi membangun kesejahteraan di negara yang kita cintai, terutama di NTT. Kami sudah melakukan investasi garam di Sabu dan TTU menjadi tujuan kedua,” kata Benny.
Ia menilai kawasan Pantai Utara TTU memiliki kondisi iklim yang sangat mendukung pengembangan industri garam skala besar karena memiliki musim kemarau yang panjang.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten TTU, Yohanes Sanak, mengungkapkan bahwa selain pembangunan tambak garam, perusahaan juga akan membangun fasilitas pengolahan garam yang diperkirakan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
