SOE, iNewsTTU.id--Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Seorang guru dan satu peserta didik dari SD Inpres Taubneno berhasil masuk dalam daftar nominasi 100 penulis terbaik tingkat nasional dalam program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang digagas komunitas literasi Nyalanesia.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus mengharumkan nama Kabupaten TTS di tingkat nasional. Prestasi itu membuktikan potensi literasi dari daerah mampu bersaing dan mendapat pengakuan luas.
Program yang mulai diikuti sejak 2025 itu melibatkan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Di Kabupaten TTS, tercatat sebanyak 24 sekolah ikut ambil bagian dalam penguatan budaya literasi melalui kegiatan menulis dan penerbitan buku karya guru maupun peserta didik.
Karya-karya tersebut kemudian dibukukan dalam sebuah antologi berjudul Menulis Mimpi, Merajut Harapan yang memuat 50 karya peserta didik dan lima karya guru. Isi buku mengangkat pengalaman pribadi, mimpi, hingga refleksi kehidupan.
Dari seluruh karya yang diseleksi di tingkat nasional, dua karya asal TTS berhasil masuk dalam 100 karya terbaik kategori pengalaman pribadi. Keduanya berasal dari SD Inpres Taubneno Soe, yakni karya siswi Citra Olivia Tobe berjudul “Dari Takut Menjadi Terang” dan karya guru Fransina Lakapu.
Plt Kepala SD Inpres Taubneno Soe, Fransina Lakapu, mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu melampaui ekspektasi awal pihak sekolah.
“Awalnya kami hanya ingin membangun kebiasaan menulis di sekolah sebagai ruang ekspresi bagi guru dan peserta didik. Tidak pernah terbayang bisa sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan budaya menulis yang dibangun di sekolah turut mendorong peningkatan minat baca peserta didik. Menulis dinilai menjadi sarana penting untuk melatih nalar sekaligus memperdalam pemahaman terhadap bacaan.
“Ketika mereka menulis, mereka terdorong untuk membaca. Dari situ kemampuan memahami bacaan bisa terlihat. Menulis melatih cara berpikir dan memperdalam pemahaman,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui gerakan literasi di TTS masih membutuhkan perhatian dan dukungan lebih luas. Dari puluhan sekolah yang ada, baru beberapa sekolah seperti SD Inpres Taubneno dan SD GMIT Soe II yang aktif mengembangkan budaya menulis.
Ke depan, dua penulis terbaik tersebut dijadwalkan menerima penghargaan dalam Festival Literasi Nasional Nyalanesia 2026 yang berlangsung di Surakarta pada 22–23 Mei 2026.
Pihak sekolah berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi guru dan peserta didik untuk terus berkarya serta mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, apresiasi juga datang dari Rudi Darmoko yang memberikan bantuan transportasi kepada siswi berprestasi Citra Olivia Tobe.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Hendra Dorizen pada Selasa (19/5/2026) di Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS.
Kapolres TTS mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus dukungan bagi generasi muda berprestasi di daerah.
“Penyerahan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan apresiasi langsung dari Bapak Kapolda NTT terhadap siswa yang masuk nominasi 100 penulis terbaik nasional,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan apresiasi dan transportasi kepada Citra Olivia Tobe serta pengalungan selendang adat kepada Kapolres TTS sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
