Ia juga berpesan agar seluruh anggota tetap menjaga soliditas, disiplin, dan nama baik satuan dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, prajurit TNI harus selalu hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung dan solusi bagi rakyat.
“Jangan pernah sakiti hati masyarakat. Tetap rendah hati, jaga kehormatan satuan, dan teruslah mengabdi dengan tulus untuk bangsa dan negara,” pesannya di hadapan seluruh anggota.
Momen paling menyentuh terjadi saat Letkol Arm Didit bersama keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota apabila selama masa kepemimpinannya terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan.
Suasana aula pun mendadak hening. Sejumlah prajurit dan ibu-ibu Persit terlihat menahan air mata ketika Dandim meminta doa restu untuk melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru.
“Kami mohon pamit dan mohon doa restu. Terima kasih karena sudah menerima kami sebagai keluarga di TTU,” ucapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian salam perpisahan dan doa bersama untuk kesuksesan Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto beserta keluarga di penugasan selanjutnya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
