Menurut dia, Tani Merdeka hadir tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai ruang advokasi bagi petani dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
“Petani hari ini menghadapi tantangan yang tidak kecil, mulai dari perubahan iklim, harga komoditas yang fluktuatif, hingga kebutuhan sarana produksi. Karena itu, Tani Merdeka hadir untuk mendampingi petani secara langsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, organisasi itu fokus menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, hingga pendampingan teknis kepada kelompok tani. Struktur organisasi dibangun dari tingkat desa hingga nasional dengan melibatkan gabungan kelompok tani (gapoktan) serta tokoh-tokoh pertanian di daerah.
Menurut Heri, Tani Merdeka kini telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia yang aktif membina kelompok tani.
Dalam pertemuan tersebut, Heri Jawa menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan di Kecamatan Wulanggitang menjadi langkah awal memperkuat jaringan petani hingga ke desa-desa.
Ia mengatakan, organisasi itu diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan petani dan program pemerintah, terutama dalam meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat tani.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
