KUPANG, iNewsTTU.id – Sebuah kapal nelayan dilaporkan tenggelam saat mencari ikan di perairan Barate, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari total tujuh orang nelayan di dalam kapal, enam orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Kapal nelayan itu diduga tenggelam saat beraktivitas di laut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang menerima laporan kejadian pada Minggu (3/5/2026) pukul 03.30 WITA dari Ibu Dwi, istri salah satu korban, yang meminta bantuan pencarian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Kantor SAR Kupang langsung diberangkatkan pada pukul 03.55 WITA menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Pelabuhan Navigasi Kupang dengan kekuatan enam personel.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Polairud Polda NTT, Babinkamtibmas Barate, Bakamla Kupang, BPBD Kabupaten Kupang, serta masyarakat setempat.
Tim SAR tiba di lokasi kejadian pada pukul 05.30 WITA dan langsung berkoordinasi dengan nelayan sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu orang korban telah lebih dahulu ditemukan oleh nelayan setempat pada pukul 03.05 WITA dalam kondisi selamat.
Selanjutnya, pada pukul 06.20 WITA, tim SAR gabungan kembali menemukan lima korban lainnya dalam keadaan selamat di pesisir Pantai Barate Kecil pada koordinat 9°53'55.15" S – 123°36'45.33" E. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Pantai Barate Besar.
Namun, hingga Minggu sore pukul 17.30 WITA, satu korban lainnya masih belum ditemukan. Tim SAR telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun pencarian belum membuahkan hasil.
Operasi SAR rencananya akan dilanjutkan pada Senin (4/5/2026) pukul 06.00 WITA dengan melibatkan unsur SAR gabungan, termasuk Kansar Kupang, Polairud Polda NTT, Babinkamtibmas Barate, Bakamla Kupang, BPBD Kabupaten Kupang, Puskesmas Poto, masyarakat setempat, serta keluarga korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menyatakan akan terus memberikan pembaruan terkait perkembangan proses pencarian korban yang masih hilang.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
