“Pameran literasi adalah manifestasi dari kreativitas, dedikasi dan kerja keras para kepala sekolah serta guru dalam menerjemahkan makna literasi di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Bupati, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam terhadap pengetahuan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan budaya literasi, memperkuat satuan pendidikan, serta menampilkan berbagai inovasi dan praktik baik di bidang pendidikan.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua dan dunia usaha. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat memastikan pendidikan berkualitas menjadi hak bagi semua anak tanpa terkecuali,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten TTU, lanjut Bupati, berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah, salah satunya melalui program pendidikan gratis yang berkeadilan serta penguatan peran masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia, Maria Talan, menjelaskan bahwa pada hari pertama pameran diisi dengan berbagai lomba dari jenjang pendidikan berbeda.
“Untuk tingkat taman kanak-kanak dilaksanakan lomba bercerita dengan delapan peserta. Jenjang sekolah dasar mengikuti lomba deklamasi puisi Bahasa Indonesia, sedangkan tingkat SMP lomba pidato Bahasa Indonesia dengan tujuh peserta,” jelasnya.
Selain itu, pada sore hari juga digelar lomba tarian kreasi yang diikuti peserta dari jenjang SD dan SMP. Secara keseluruhan, peserta berasal dari perwakilan 24 K3S dan 7 MKKS di Kabupaten TTU.
Maria menambahkan, materi lomba telah disiapkan panitia sebelumnya dan disosialisasikan kepada peserta sebagai bagian dari pembinaan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
