“Gudang tempat penyimpanan pakan ternak dan bibit hampir jatuh. Tanaman juga sudah banyak yang hanyut tadi malam,” ujarnya.
Selain itu, kata Herman, kondisi lahan pertanian juga mengalami kerusakan serius karena tergerus banjir. Bahkan, kandang ternak babi dan rumah kompos turut terdampak dan terancam roboh.
“Tanah atau lahan sudah dibawa hanyut. Kandang babi juga harus dipindahkan, dan rumah kompos sudah digerus banjir hingga hampir jatuh. Kami benar-benar harus mulai lagi dari awal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pasca bencana itu, kelompok tani berencana membuka lahan baru di lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari risiko bencana serupa. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami mau pindah ke bukit sedikit, tapi harus mulai lagi dari awal. Kami sangat membutuhkan dukungan,” katanya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
