KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Seorang pelajar SMP di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di Sungai Baki, Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kamis (26/2/2026) sore.
Korban diketahui bernama Yosep Marianus Tmaneak (13), pelajar kelas VII yang tinggal di Asrama Berdikari SMPK Mimbar Budi Manufui, Desa Upfaon, Kecamatan Biboki Selatan.
Kapolres TTU Eliana Papote melalui Ps. Kasi Humas Polres TTU Wilco
Mitang menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada pihak kepolisian sekitar pukul 15.20 WITA.
“Piket SPKT Polsek Biboki Selatan menerima laporan dari seorang warga terkait dugaan tenggelamnya seorang anak di Sungai Baki,” jelasnya.
Dijelaskan, setelah menerima laporan tersebut, sekitar pukul 15.30 WITA personel Polsek Biboki Selatan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).
Sekitar pukul 15.39 WITA, korban berhasil ditemukan oleh anggota kepolisian di kedalaman air sekitar 2,5 meter.
"Saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup, mengenakan celana seragam SMP dengan ikat pinggang tanpa menggunakan baju,"tambahnya
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Manufui untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan teman korban, kejadian bermula saat mereka pulang sekolah sekitar pukul 15.00 WITA. Sejumlah siswa datang ke sungai tersebut untuk mencuci pakaian dan mandi.
Ipda Wilco menceritakan, Salah satu saksi, Petrus Krisantus Usatnesi (13), mengatakan setelah mencuci pakaian, korban bersama beberapa temannya turun ke sungai untuk mandi dan berenang.
Beberapa saat kemudian, saksi melihat korban kesulitan berenang dan hampir tenggelam.
Ia sempat berusaha menarik korban untuk menyelamatkannya, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Saksi lainnya, Herman Tabesi (13), juga mengaku sempat berada di sungai bersama korban.
Ia mengatakan korban sempat menarik celananya saat hampir tenggelam.
“Saat saya berbalik, saya hanya melihat tangan korban terangkat memukul permukaan air, kemudian sekitar satu menit kemudian korban sudah terbenam,” ujar saksi Herman Tabesi.
Sekitar pukul 15.50 WITA korban tiba di Puskesmas Manufui untuk penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Pada pukul 18.30 WITA, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan.
Jenazah korban kemudian dibawa keluarga menggunakan kendaraan pikap menuju rumah duka di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan, untuk disemayamkan.
Diketahui, korban merupakan siswa yang tinggal di Asrama Berdikari SMPK Mimbar Budi Manufui, sementara orang tuanya berdomisili di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan.
Lokasi Sungai Baki sendiri diketahui kerap digunakan anak-anak usia sekolah untuk mandi dan mencuci pakaian tanpa pengawasan orang dewasa. Lokasi tersebut berada sekitar 120 meter dari permukiman warga.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
