Di bagian akhir surat tersebut, korban juga menggambar simbol wajah menangis.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E. Pissort, membenarkan temuan surat tersebut. Ia mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan tulisan dalam surat memiliki kemiripan kuat dengan tulisan korban di buku-buku sekolahnya.
“Berdasarkan hasil pencocokan dengan beberapa buku tulis korban, penyidik menemukan adanya kecocokan tulisan,” ujar Benediktus kepada wartawan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
