KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) terkait ancaman penyakit Rabies. Kegiatan yang didukung oleh Palang Merah Amerika (American Red Cross) ini berlangsung di Aula Hotel Ariesta, Kefamenanu, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Camat Kota Kefamenanu, Camat Noemuti, serta narasumber dari PMI Pusat dan Provinsi NTT.
Masyarakat Sebagai Garda Terdepan
Sekretaris PMI TTU, Vemi F. Tefa, S.I.P, yang membacakan sambutan Ketua PMI TTU, Andina Winantuningtyas, menekankan bahwa SBM merupakan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam sistem kewaspadaan dini.
"Tingginya mobilitas dan interaksi manusia dengan hewan penular rabies menuntut respon cepat. PMI berkomitmen meningkatkan kapasitas relawan dan tenaga kesehatan agar setiap potensi KLB dapat terdeteksi lebih cepat melalui pelaporan dini," ujar Vemi.
Bimtek ini diikuti oleh 30 orang relawan yang berasal dari 5 desa di Kecamatan Noemuti dan 5 kelurahan di Kecamatan Kota Kefamenanu. Para peserta terdiri dari tenaga medis dan masyarakat umum yang akan dilatih selama tiga hari hingga 31 Januari 2026.
Wabup TTU: Relawan Harus Identifikasi Anjing dari Rumah ke Rumah
Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, dalam wawancara usai pembukaan, menegaskan bahwa rabies di TTU telah menjadi isu nasional. Ia menginstruksikan para relawan untuk melakukan langkah preventif yang sangat teknis di lapangan.
"Relawan harus turun ke masyarakat untuk mengidentifikasi keluarga yang memelihara anjing. Data jumlahnya, jenis kelaminnya, hingga riwayat vaksinasinya. Apakah anjing tersebut sudah memakai kalung tanda vaksin atau sudah waktunya vaksin ulang? Diagnosa masalah ini penting sebagai langkah preventif," tegas Kamilus.
Wabup juga mengingatkan agar proses vaksinasi hewan peliharaan dilakukan secara rutin dan tidak terputus.
"Kita ingin menekan kasus rabies, bila perlu tidak ada lagi kasus di TTU. Oleh karena itu, identifikasi dan diagnosa masalah di tingkat rumah tangga harus diikuti terus, jangan sampai lepas," tambahnya.
Dukungan Lintas Sektor
Bimtek ini menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, serta tim dari PMI Pusat dan PMI Provinsi NTT. Melalui sinergi ini, diharapkan para relawan mampu mengaplikasikan pengetahuan mereka untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat luas di Kabupaten Timor Tengah Utara.
Daftar Wilayah Sasaran Relawan: Kecamatan Noemuti: Desa Seo, Oeperigi, Bijeli, Fatumuti, dan Oenak, Kecamatan Kota Kefamenanu: Kelurahan Sasi, Maubeli, Kefa Selatan, Benpasi, dan Kefa Utara.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
