KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT mencatatkan kinerja positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025. Hingga 31 Desember 2025, capaian PAD TTU menembus angka 84,64 persen dari target yang ditetapkan.
Plh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) TTU, Trinimus Olin, menjelaskan bahwa angka sementara realisasi PAD adalah sebesar Rp69.092.712.251 dari total target Rp81.635.325.136.
"dari sisi nilai maupun persentase, kita mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya sekitar 77 persen. Capaian ini didorong oleh komponen lain-lain PAD yang sah," ujar Trinimus Olin, Selasa (20/1/2026).
RSUD Jadi 'Pahlawan' PAD TTU
Komponen 'Lain-lain PAD yang Sah' menjadi penyumbang terbesar dan berhasil melampaui target hingga 116,96 persen. Kenaikan ini, menurut Trinimus, didominasi oleh pendapatan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TTU.
"Progres di RSUD sangat baik, dari target Rp24,9 miliar, realisasinya mencapai Rp33,5 miliar atau 134 persen. Pengalaman ini yang membuat kita menaikkan target PAD di tahun 2026," tambahnya.
Target 2026 Naik Rp7 Miliar, Ini Strateginya
Untuk tahun 2026, Pemkab TTU memasang target PAD yang lebih ambisius, yakni sebesar Rp88.024.199.535, atau naik sekitar Rp7 miliar dari tahun sebelumnya.
Trinimus Olin membeberkan beberapa strategi yang akan diterapkan untuk mencapai target tersebut:
1. Digitalisasi Pembayaran: Mengoptimalkan elektronifikasi pajak dengan memasang alat Mpost di rumah makan serta bekerja sama dengan Bank NTT dan Bank Mandiri untuk kanal pembayaran digital.
2. Optimalisasi PBB: Melakukan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) secara bertahap, dimulai dari 9 kelurahan di Kecamatan Kota, yang diharapkan mendongkrak nilai PBB.
3. Sasaran Pajak Rumah Kos: Mengkaji potensi pajak hotel yang bersumber dari rumah kos. "Potensi kos-kosan di kota Kefa ini sangat bagus prospeknya, selama ini belum tersentuh," kata Olin.
4. Kerja Sama Penagihan: Melanjutkan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri untuk menagih piutang pajak dan retribusi yang menunggak.
5. Bentuk Tim Percepatan Realisasi PAD: Membentuk tim khusus yang terdiri dari akademisi dan praktisi untuk mengevaluasi dan memberikan solusi percepatan PAD.
Dengan berbagai strategi penguatan pengawasan dan digitalisasi, Bapenda TTU optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan di tahun 2026.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
