"Kita harapkan kalau pembersihan kelar minggu kedua, maka minggu ketiga atau akhir bulan sudah bisa uji coba landing perdana. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai, AirNav, dan perhubungan, semuanya sudah menyatakan kesiapannya," tegas Bupati.
Untuk tahap awal, bandara ini akan melayani pesawat jenis Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang dan pesawat jenis Casa berkapasitas 24 penumpang. Namun, untuk uji coba pertama, pesawat kapasitas 12 orang akan didahulukan karena armada lainnya masih dalam masa pemeliharaan.
Intervensi Anggaran dan Keamanan Bandara
Guna menjamin keselamatan penerbangan, Pemerintah Kabupaten TTU akan melakukan intervensi anggaran untuk pemagaran seluruh lokasi bandara. Hal ini dilakukan untuk sterilisasi area landasan dari hewan ternak seperti sapi dan kuda yang selama ini berkeliaran di lokasi tersebut.
"Kewajiban kita adalah memagar lokasi demi keamanan dan keselamatan penerbangan. Kita batasi akses ternak, sementara untuk aktivitas masyarakat yang biasa melintas, nanti akan kami buatkan akses khusus di sekitar bandara agar mereka tetap bisa beraktivitas," tambahnya.
Mengenai fasilitas penunjang, Pemkab TTU akan membangun ruang tunggu darurat dan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penjualan tiket secara manual di tahap awal, sebelum nantinya beralih ke sistem digital.
Kehadiran penerbangan setiap hari di Bandara Sasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif utama bagi masyarakat TTU, Malaka, dan Atambua, mengingat intensitas penerbangan di kabupaten tetangga saat ini masih terbatas.
Editor : Sefnat Besie
