KEFAMENANU, iNewsTTU.id - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia (RI) - Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Sektor Barat 1 dari Yonarhanud 15/DBY, di bawah kepemimpinan Letda Arh Sulistyohadi, melaksanakan pembukaan pintu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan pada hari ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi perlintasan warga Oepoli dari wilayah Oecusi, Timor Leste, sebagai bagian dari upaya koordinasi lintas batas yang rutin dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan.
Dalam kegiatan tersebut, terjadi momen penting berupa serah terima seorang anak Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Fernando Eko (12 tahun).
Fernando Eko diserahkan oleh perwakilan dari Timor Leste kepada pihak Indonesia di Pos Oepoli Tengah. Proses serah terima ini dilakukan dengan kehadiran Bapak Bone Vasius Agung, Duta Besar Perwakilan Indonesia untuk Distrik Oecusi, Bapak Migoel Fraz dari Imigrasi Oecusi, dan Bapak Maties dari Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL).
Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) 1, Kapten Arh Aminudin, menerima langsung Fernando Eko bersama dengan perwakilan dari Pos Imigrasi Oepoli Indonesia, Bapak Sandry Kameo, serta perwakilan dari Polsek Amfoang Timur, Aiptu Yuldan.
Acara serah terima ini juga diresmikan dengan penandatanganan berita acara penyerahan oleh pihak imigrasi kedua negara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fernando Eko memiliki riwayat gangguan mental dan penyakit ayan, dan tercatat telah dua kali melakukan perlintasan batas negara. Saat ini, pihak keluarga Fernando Eko telah berada di Pos Oepoli Tengah untuk menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Tim Dinas Sosial Kabupaten Kupang terkait penanganan kondisi kesehatan anak tersebut.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi yang terjalin antara berbagai pihak, termasuk satuan pengamanan perbatasan, instansi imigrasi dari kedua negara, serta perwakilan diplomatik, dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.
Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan komitmen untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada WNI yang berada di luar negeri, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Langkah selanjutnya akan fokus pada penanganan kesehatan Fernando Eko melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kupang.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait