Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Identifikasi Penyebab Rumah Warga Terbakar dan Tewaskan Dua Orang
Advertisement . Scroll to see content

Gali Potensi Tenun Pewarna Alami, Mahasiswa FEB Unimor Turun Langsung ke Perajin di Insana Barat

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:04 WIB
  • author *Sefnat Besie
Gali Potensi Tenun Pewarna Alami, Mahasiswa FEB Unimor Turun Langsung ke Perajin di Insana Barat
Mahasiswa FEB Unimor Turun Langsung ke Perajin di Insana Barat. (Foto: Istimewa).


KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor (FEB Unimor) turun langsung ke Desa Subun, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi lapangan ini dilakukan untuk menggali potensi kain tenun tradisional berbasis pewarna alami sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif desa sekaligus melestarikan kearifan lokal.

Melalui kegiatan praktik lapangan tersebut, para mahasiswa berinteraksi langsung dengan para perajin tenun setempat.

Mereka mempelajari seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, pemilihan benang, hingga teknik ekstraksi tumbuhan lokal seperti daun, kulit kayu, akar, dan tanaman tertentu untuk menghasilkan pewarna alami yang khas dan ramah lingkungan.

Selain mempelajari proses pembuatan, mahasiswa FEB Unimor juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi para perajin, seperti keterbatasan bahan baku, durasi pengerjaan yang memakan waktu lama, hingga kendala dalam pemasaran produk.


Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

 

Perwakilan mahasiswa FEB Unimor, Bernadette Filiata Mbabho, menegaskan bahwa hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat bertujuan untuk membangun kolaborasi nyata antara dunia akademisi dan pelaku usaha mikro di tingkat desa.

"Pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan untuk membantu mengidentifikasi peluang usaha, menyusun strategi pengembangan produk, serta memperkuat potensi ekonomi berbasis kearifan lokal," ujar Bernadette, Jumat, 1/10/202.

Menurutnya, kain tenun dengan pewarna alami bukan sekadar produk kerajinan tangan biasa, melainkan identitas budaya, ekspresi kreativitas, serta warisan pengetahuan tradisional yang bernilai tinggi.

"Kain tenun dengan pewarna alami memiliki nilai tambah tinggi di mata konsumen modern yang makin peduli terhadap produk ramah lingkungan (eco-friendly). Karena itu, menggali dan mengembangkan potensinya menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi perajin," tambahnya.

Inovasi Digital dan Strategi Pemasaran Modern

Dari hasil interaksi bersama warga Desa Subun, mahasiswa menyimpulkan bahwa pengembangan industri tenun tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan memintal dan menenun semata.

Diperlukan sentuhan inovasi pada aspek desain, pengemasan yang menarik (packaging), pemanfaatan media digital, serta strategi pemasaran yang tepat sasaran agar tenun Insana mampu menembus pasar nasional tanpa kehilangan identitas aslinya.

Melalui kegiatan pemberdayaan ini, mahasiswa FEB Unimor membuktikan peran aktif perguruan tinggi yang tidak hanya terbatas pada teori di ruang kelas, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi ekonomi desa yang berkelanjutan di Kabupaten TTU.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut