Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo NTT, 45 Penumpang dan ABK Dievakuasi
MANGGARAI BARAT, iNewsTTU.id — Kecelakaan laut membahayakan kembali terjadi di destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapal wisata Yukai 55 GT dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Minggu (27/9/2026).
Insiden menegangkan ini terjadi saat kapal tengah membawa rombongan wisatawan untuk menikmati keindahan bawah laut. Beruntung, seluruh penumpang dan awak kapal (ABK) dipastikan selamat berkat aksi evakuasi kilat tim gabungan dan kapal warga di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun iNews, musibah ini bermula saat kapal wisata Yukai berlayar membawa rombongan dari area mooring Pulau Kelapa. Rencananya, kapal tersebut menuju Pulau Bidadari untuk melakukan aktivitas snorkeling.
Nahas, di tengah perjalanan tepatnya di perairan Tanjung Sture, bagian bawah kapal diduga menghantam gugusan terumbu karang dangkal dengan sangat keras.
Benturan hebat tersebut membuat lambung kapal mengalami kebocoran parah. Air laut dengan cepat masuk ke dalam lambung kapal, membuat posisi kapal mengalami kemiringan ekstrem hingga akhirnya perlahan tenggelam ke dasar laut.
Beruntung, pertolongan datang dengan cepat. Dua kapal wisata yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, langsung sigap memberikan pertolongan pertama dengan mengevakuasi para korban ke atas sekoci.
Tak lama berselang, armada Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Satpolairud dan Basarnas tiba di lokasi untuk memindahkan para korban secara bertahap menuju daratan.
"Proses evakuasi berjalan cepat berkat bantuan kapal wisata di sekitar lokasi serta perahu RIB gabungan Polairud dan Basarnas. Seluruh korban berhasil dievakuasi ke daratan dengan selamat," tulis laporan tim evakuasi gabungan di lapangan, Minggu (27/9/2026).
Sekitar pukul 08.15 WITA, seluruh korban akhirnya tiba di Dermaga Labuan Bajo dalam kondisi selamat. Sesampainya di daratan, petugas medis langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan fisik dasar (triase) serta memberikan pendampingan psikologis awal sebelum proses pendataan identitas.
Dari total manifest penumpang dan kru yang berada di atas kapal, seluruhnya dipastikan selamat tanpa ada korban jiwa. Berdasarkan data, rombongan tersebut terdiri atas wisatawan mancanegara dan domestik:
Wisatawan Asing (WNA): 7 orang dari empat negara (2 WN Belgia, 1 WN Italia, 2 WN Prancis, dan 2 WN Malaysia).
Warga Negara Indonesia (WNI): Penumpang lokal serta seorang pemandu wisata (tour guide).
Saat ini, nakhoda KM Yukai bernama Armansyah (32) bersama empat orang ABK lainnya tengah dimintai keterangan lebih lanjut oleh otoritas kesyahbandaran dan pihak kepolisian setempat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengusut secara pasti penyebab kecelakaan laut yang menimpa kapal wisata tersebut.
Editor: Sefnat Besie